21 Sep . News Psikku: Pemetaan Minat dan Bakat untuk Semua

Selama duduk di bangku sekolah, nilai Anton untuk mata pelajaran eksak dapat dibilang sangat cemerlang. Menilik hal tersebut, ketika penjurusan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pun para guru dan orang tua Anton menyarankannya untuk masuk ke kelas IPA. Setelah dinyatakan lulus dan hendak memilih program studi di tingkat Perguruan Tinggi, Anton ingin mendalami ilmu psikologi di salah satu universitas ternama di ibu kota. Namun, orang tua Anton keberatan dan berharap anaknya memilih program studi teknik industri seperti kakaknya—terutama mengingat kemampuan Anton yang cemerlang di mata pelajaran eksak, dianggap menjadi bekal yang sangat cukup.

Anton akhirnya mengurungkan niatnya untuk mendalami ilmu psikologi dan memilih teknik industri sebagai pendidikan lanjutan bersama dengan beberapa temannya. Sayangnya, bayangan Anton akan program studi teknik industri rupanya meleset jauh dari perkiraannya. Menginjak akhir tahun kedua, Anton mulai menyadari kesalahannya dalam memilih program studi tersebut. Kepalang basah dua tahun terbuang sudah, Anton akhirnya berusaha menyelesaikan studinya dengan setengah hati dan berdampak langsung pada masa perkuliahannya yang tak kunjung usai dan indeks prestasi (IP) yang tidak terlalu baik.

Setelah lulus kuliah, Anton berusaha mencari pekerjaan yang selaras dengan program studi yang telah digelutinya bertahun-tahun. Sayangnya, banyak perusahaan yang melihat ijazah Anton sebelah mata karena indeks prestasinya yang kurang cemerlang. Selain itu, juga karena minat Anton yang memang tidak pernah sepenuhnya di bidang tersebut. Anton terus mencoba melamar pada berbagai macam posisi dan akhirnya bekerja sebagai teller di salah satu bank swasta.

Secuil kisah fiktif Anton di atas merupakan gambaran sebagian besar mahasiswa dan para pencari kerja masa kini. Berdasarkan jajak pendapat yang diadakan Indonesia Career Center Network (ICCN) pada tahun 2017 silam, disebutkan bahwa 87 persen mahasiswa merasa program studi yang diambilnya di bangku perkuliahan tidak sesuai minat dan bakatnya. Pemilihan program studi di bangku perkuliahan itu sendiri sering kali atas dasar menuruti kemauan orang tua atau bahkan sekedar mengikuti pilihan yang diambil oleh teman dekat.

Layaknya efek bola salju, kesalahan tersebut akhirnya menghantui hingga ke jenjang karir. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2021 silam, 80 persen lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak bekerja sesuai dengan program studi yang selama ini digelutinya. Ketidaksesuaian tersebut tentunya tidak hanya dapat berdampak pada performa kerja saja, namun juga pada tingkat upah yang diterima.

Rantai permasalahan ini tidak akan pernah kunjung usai apabila tidak ada proses pengukuran minat dan bakat siswa sejak dini. Dengan pemetaan minat dan bakat yang tepat, para siswa dapat lebih bijak dalam memilih dan menentukan program studinya di bangku perguruan tinggi. Sehingga, rangkaian ketidaksesuaian minat bakat tersebut bisa diminimalisir.

Psikku, selaku penyedia layanan digital talent assement menyadari rantai permasalahan tersebut. Dengan memanfaatkan platform buatannya, startup binaan Indigo tahun 2021-1 ini telah membantu mahasiswa di beberapa perguruan tinggi dalam menentukan jenjang karir yang nantinya akan ditempuh setelah lulus kuliah. Harapannya, dengan adanya early assessment tersebut, para mahasiswa dapat lebih siap dan fokus dalam mengejar karir yang sesuai.

Perusahaan dan lembaga pemerintahan juga dapat memanfaatkan platform online assessment yang dikembangkan Psikku untuk membantu memberikan penilaian terkait minat bakat karyawannya maupun dalam kegiatan rekrutmen. Jika dirasa perlu, Psikku juga dapat menghubungkan mereka dengan para profesional yang akan memberikan penilaian lebih lanjut terkait proses talent mapping dan talent assessment yang dibutuhkan.

Umumnya pemanfaatan platform buatan startup asal bandung ini digunakan oleh divisi Human Resource (HR) untuk memetakan minat bakat karyawannya dan menempatkannya pada posisi yang sesuai. Sehingga, perusahaan dapat mengoptimalkan potensi karyawan tersebut dan berujung pada kinerja yang baik bagi kedua belah pihak.

Tidak hanya itu saja, dalam use-case yang telah digelar bersama dengan Indigo, Psikku telah membantu proses rekrutmen perusahaan mitra Telkom Indonesia. Dalam hal ini, Psikku membantu menganalisis aspek psikologis para pelamar dan menyelaraskannya dengan kebutuhan perusahaan. Harapannya, tenaga kerja baru tersebut dapat bekerja sama dengan baik serta bekerja secara efektif dan efisien.

Hingga kini Psikku telah memiliki 1500 pengguna aktif dan dipercaya lebih dari 30 perusahaan, lembaga pendidikan, dan juga lembaga pemerintahan; seperti Jasa Raharja, Indomaret, Bank Mayapada, Ciputra, Universitas Airlangga, Universitas Ahmad Dahlan, Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan masih banyak lagi. Dalam perjalanannya sejak tahun 2020 silam pun Psikku telah membantu memetakan minat dan bakat 1000 talent lebih.

Pertumbuhan pengguna layanan konsultasi minat dan bakat yang ditawarkan Psikku selama kuartal pertama dan kedua di tahun 2022 pun meningkat drastis, mencapai 471 persen. Psikku pun optimis mereka dapat mengakselerasikan bisnisnya lebih tinggi lagi di tahun 2023 mendatang.