16 Sep . News Fundamental Mentoring: Pentingnya Partnership dan Negosiasi untuk Perkembangan Startup

Indigo, selaku inkubator dan akselerator startup di bawah naungan Telkom Indonesia, senantiasa berkomitmen penuh dalam pengembangan talenta digital Indonesia. Salah satu program yang dijalankan untuk mempercepat ekosistem digital Indonesia adalah Indigo Intake, di mana para startup berkesempatan untuk mengikuti rangkaian bootcamp dan mentoring untuk mengasah kemampuan mengembangkan produk dan bisnisnya.

Sebelumnya, Indigo sudah menjalankan program mentoring yaitu Superstar Mentoring dan Industrial Mentoring. Kali ini, Indigo menghadirkan program Fundamental Mentoring. Sesuai dengan namanya, program ini ditargetkan untuk mengasah aspek dasar yang harus dikuasai oleh startup untuk mengatur strategi yang efektif dalam mengembangkan bisnisnya. Aspek tersebut mencangkup model bisnis, penentuan harga, periklanan, pemasaran, branding, hingga kemitraan strategis.

Dalam upaya mengembangkan bisnis, startup perlu memperhatikan pentingnya memperluas partnership dan negosiasi. Hal tersebut menjadi kunci utama sebuah startup untuk berkembang, terutama di tengah dinamika ekonomi pasca pandemi Covid-19. Memperkuat strategic partnership dapat membantu startup membangun kredibilitas, memperkenalkan produknya ke calon konsumen atau pasar yang lebih luas, memperkuat branding, dan bahkan membuka kesempatan lebih besar untuk diakuisisi oleh investor.

Untuk mempersiapkan startup binaannya dalam menghadapi hal tersebut, Indigo menghadirkan kegiatan Fundamental Mentoring bertajuk “Effective Strategic Partnership and Negotiation Skill to Help Grow Your Startup”. Program ini diadakan agar startup yang sedang berada dalam program inkubasi Indigo bisa mengeksplor lebih banyak tentang strategic partnership untuk mendapatkan pelanggan baru. Mentoring ini dihadiri oleh pembicara yang sudah ahli di bidangnya, yaitu Handito Aji Saroso (Senior Business Consultant & Country Lead di Zoho Indonesia).


Sesi pertama dibuka dengan live Town Hall bersama mentor Handito Aji Saroso dan dihadiri juga oleh startup binaan Indigo, yaitu Allure AI, Hear Me, dan Ctscope. Handito menganalogikan partnership dengan pernikahan, karena keduanya merupakan relasi jangka panjang dan melibatkan dua belah pihak berbeda yang memiliki ekspektasi masing-masing. Walaupun strategic partnership merupakan jalur yang baik untuk mendapatkan growth, ada banyak dinamika yang kemungkinan dihadapi oleh startup. Tidak jarang juga 60-65% partnership gagal karena beberapa ketidakcocokan.


Oleh karena itu, Handito mengatakan strategi memelihara partnership yang terpenting adalah mengetahui tujuan dan model yang cocok dari partnership tersebut. Setelahnya, dibuat framework yang terdiri dari preparation, negotiation, dan implementation. Selanjutnya, Handito menjelaskan objektif partnership yang perlu dipertimbangkan oleh startup serta jenis-jenis partnership model. Karena jenisnya cukup banyak, maka Fundamental Metoring kali ini akan lebih berfokus pada joint distribution, franchise, product co-creation, dan co-marketing yang masing-masing diberikan contoh study case-nya.

Untuk contoh partnership study case antara lain: kolaborasi Aero Street x Swallow untuk menyentuh potensi pelanggan yang lebih luas, Chitato x Indomie untuk mendapatkan segmen market baru, LV x BMW i8 yang memperkuat brand awareness-nya untuk segmen market yang sama, dan McDonald’s x BTS yang menyasar fanbase grup Kpop. Dijelaskan pula framework partnership seperti mapping partner persona, menemukan kontak PIC, pitching, dan negosiasi.

Handito juga memaparkan peran dan konsep negosiasi dalam mendapatkan partnership yang menguntungkan bisnis. Dimulai dengan pengertian negosiasi secara umum yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan objektif dari negosiasi tersebut. Hal terpenting yang perlu diperhatikan startup saat bernegosiasi adalah menentukan objektif yang realistis dan mengetahui batasan diri sendiri dan partner. Karena, dari batasan itulah bisa diketahui bargaining area yang menguntungkan kedua belah pihak.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan one-on-one session di mana para startup binaan Indigo yang hadir yaitu Allure AI, ctscope, dan Hear Me, berkesempatan untuk menguraikan permasalahan yang dihadapi dalam perkembangan bisnisnya. Adanya one-on-one session ini bertujuan untuk memberikan insight atau masukan kepada startup binaan Indigo terkait tantangan yang dihadapi. Nantinya, masukan tersebut dapat diimplementasikan oleh startup dalam proses bisnisnya.

Kegiatan Fundamental Mentoring ini akan diadakan setiap bulan dengan melihat kebutuhan startup yang sedang menjalani program Inkubasi Indigo berdasarkan preliminary assesment. Materi tentunya akan disampaikan oleh para mentor yang ahli di bidangnya. Indigo juga mengadakan mentoring lainnya yaitu Industrial Mentoring, Superstar Mentoring, dan Technical Mentoring. Topik-topik yang dibawakan Indigo dalam mentoring tersebut dapat mengasah kemampuan startup dalam menghadapi masalah sehingga startup binaan Indigo bisa lebih stabil dan berkembang.