05 Agt . News Superstar Mentoring: Program Pengasahan Mental Founder Startup Indigo (Part 3)

Sering kali startup mengalami penurunan ketika terjadi masalah, seperti ditinggal co-founder atau tim lainnya. Hal ini berakibat pada progres performansi startup menjadi terganggu dan akan berakibat fatal. Lebih lagi ketika startup belum memiliki pandangan leadership dan pengalaman yang jelas saat membangun bisnisnya.

Indigo sebagai inkubator dan akselerator startup digital milik Telkom Indonesia menjawab solusi tersebut. Dengan adanya program inkubasi, Indigo sangat memperhatikan pengembangan startup early stage untuk memvalidasi produk dan model bisnisnya. Startup yang masih dalam tahap PV (Product Validation) dan BMV (Business Model Validation) ini, juga perlu dibekali wawasan mengenai mental enterpreneur.

Oleh karena itu, Indigo Inkubasi menghadirkan kegiatan mentoring khusus bagi startup binaannya. Selain Industrial Mentoring seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, Indigo juga membekali startup binaannya dengan Superstar Mentoring.

Superstar Mentoring adalah kegiatan mentoring yang membahas seputar permasalahan yang umumnya dihadapi oleh founder maupun co-founder startup selama menjalankan bisnisnya. Maka dari itu, Indigo mendatangkan mentor dengan posisi C-Level di startup ataupun perusahaan terkenal selaku market player di pasar lokal maupun global. Adapun para C-Level tersebut berasal dari startup terkemuka yang tengah dalam level decacorn (nilai valuasi US$10 miliar), unicorn (US$ 1 juta), dan soonicorn (US$ 200 juta).

Dengan mengundang mentor yang memiliki kapasitas tersebut, founder startup binaan Indigo diharapkan bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan. Selain pengalaman, para mentor tersebut juga memberikan pengetahuan baru dalam membangun dan mengembangkan startup hingga ke titik sukses yang mereka saat ini capai.

Berbeda dengan proses mentoring lainnya yang hanya diberikan kepada para startup binaan Indigo yang tengah dalam masa on-program, Superstar Mentoring dapat dihadiri juga oleh startup alumni Indigo. Namun, program mentoring ini tetap mengutamakan founder startup binaan Indigo dengan level early stage agar mereka semakin matang dalam mempersiapkan segala skenario yang mungkin mereka hadapi di kemudian hari.

Seperti contohnya pada Superstar Mentoring yang mengangkat topik “Founders Mindset: Leadership Agility for Success” dengan Achmad Alkatiri (Founder & CEO Hypefast) sebagai Superstar Mentor-nya. Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid di Go-Work Standard Chartered ini, turut hadir Silang.id dan Bepahkupi sebagai startup alumni. Selain kedua startup tersebut, juga hadir empat startup yang masih on-program, yaitu Ctscope, Psikku, Allure AI, dan HearMe.

Dalam Superstar Mentoring yang pertama kali digelar ini, Mad mengawali memulai penjelasannya dengan membagikan alasannya memilih menjadi solo-founder. Dia juga menjelaskan apabila seorang founder ingin membuat tim, founder harus mengisi timnya dengan karyawan yang pintar dan penuh semangat. “Selama orang-orang memiliki komitmen dan cerdas, mereka akan melakukan apapun dengan sangat baik. Ketika perusahaan mengalami pasang surut, orang-orang tersebut akan tetap bertahan sehingga membuat bisnis yang dijalankan tetap baik-baik saja,” ungkapnya.

“Pada intinya, menjadi seorang founder harus hati-hati karena apa yang dilakukan cukup berat. Kalian juga perlu mempersiapkan semua skenario dengan baik. Ketika lagi jatuh, kalian tetap aman karena sudah ada persiapan. Kalian juga perlu mempersiapkan karyawan kalian dari semua ketidakpastian, maka kalian akan menjadi lebih baik,” jelas Mad kepada para founder startup binaan Indigo yang hadir.

Dalam Superstar Mentoring yang pertama ini, Indigo berharap dapat memperluas pola pikir dari para founder startup binaannya yang hadir. Sehingga mereka dapat memiliki mental entrepreneur yang kuat. Terutama dengan berbagai pro-kontra dari solo-founder yang dipaparkan Mad.

Superstar Mentoring ini sendiri akan dijalankan setiap tiga bulan sekali dengan topik-topik yang dapat mengasah ketajaman pola pikir founder startup Indigo. Sehingga, ketika startup menghadapi masalah-masalah seputar founders atau co-founders, mereka tetap kuat karena sudah memiliki persiapan. Hal inilah yang membuat performansi startup tetap stabil dan mengalami kemajuan.