20 Jul . News RUN System Turut Berkontribusi pada Sistem Pendidikan Melalui eCampuz

Sejak berdiri pada 2014, RUN System telah membukukan beragam kerja sama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun lembaga pemerintahan. Startup yang berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021 silam ini, menghadirkan perangkat lunak berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) untuk membantu mendigitasikan berbagai data dan proses bisnis agar dapat terintegrasi satu dengan lainnya sebagai solusi transformasi digital yang efisien dan efektif.

Selaras dengan rencananya untuk melakukan ekspansi bisnis pada 2022, RUN System mencoba merambah ke sektor pendidikan dengan mengakuisisi eCampuz—penyedia layanan sistem akademik (SIAKAD) yang membantu perguruan tinggi dalam mengelola sumber dayanya. Platform SIAKAD yang ditawarkan oleh eCampuz juga dapat terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) untuk memudahkan pihak perguruan tinggi dalam mengelola data dan melakukan pelaporan pada Dikti.

Dalam akuisisi ini, RUN System mengambil alih 450 lembar saham PT Solusi Kampus Indonesia senilai Rp4,09 miliar dan mengambil bagian atas 620 lembar saham baru yang bernilai Rp5,6 miliar. Dengan demikian, eCampuz di bawah PT Solusi Kampus Indonesia resmi menjadi anak perusahaan RUN System dengan kepemilikan sebesar 13,27 persen.

Sony Rachmadi Purnomo (Founder & CEO RUN System) sendiri menilai eCampuz sebagai salah satu market leader sistem informasi akademik perguruan tinggi. Sehingga bergabungnya eCampuz dengan RUN System dipercaya akan memberikan keuntungan strategis dan menghadirkan berbagai keunggulan produk yang dapat meningkatkan skalabilitas layanan RUN System.



“Transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perseroan, meningkatkan basis jumlah pengguna, memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan peluang bisnis baru,” ujar Sony

Hingga saat ini, eCampuz telah digunakan oleh lebih dari 270 perguruan tinggi di dalam dan luar negeri dengan total pengguna mencapai 500 ribu mahasiswa; seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Osaka University, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, PDDikti dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada lebih dari empat ribu perguruan tinggi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga, dapat dikatakan bahwa eCampuz masih memiliki pasar yang cukup besar yang dapat diutilisasi lebih lanjut dengan bantuan dari alumni startup binaan Indigo ini.

“Dengan sumber daya dan mitra yang dimiliki RUN System, disinergikan dengan penguasaan industri yang mendalam oleh SKI, menjadi competitive advantage untuk dapat menggarap 90% lebih potensi pasar yang tersedia. Selain itu, peluang cross selling terbuka lebar dengan mengintegrasikan product RUN System dengan eCampuz. Sehingga aksi korporasi dirasakan sangat strategis untuk mewujudkan RUN System sebagai productivity platform, ” lanjut Sony.