14 Jun . News Muslim Life Membangun Aceh Melalui BandaPay

Dari tahun ke tahun, pemerintah kota Banda Aceh berhasil mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditentukan. Bahkan, selama tahun 2010-2016, realisasinya melebihi dari target PAD itu sendiri. Sayangnya, PAD pada tahun 2022 silam hanya mencapai 66% dari target sebesar Rp327.189.757.553 yang telah ditentukan.

Untuk kembali mengejar angka realisasi PAD selama tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Banda Aceh pada 17 Mei 2022 silam melakukan penandatanganan kerja sama dengan Muslim Life. Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Tri Wahyudi (CEO Muslim Life) serta disaksikan langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh Faisal, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPPK) Iqbal Rokan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Fadhil.

Kerja sama antara keduanya meliputi peluncuran aplikasi berbasis mobile, BandaPay, yang diperuntukan bagi masyarakat Banda Aceh agar lebih mudah dalam melakukan pembayaran pajak serta retribusi daerah. Selain itu, BandaPay juga akan berperan sebagai Payment Point Online Banking (PPOB) hingga prosesi pengambilan nomor antrian pada fasilitas kesehatan. Masyarakat pun, bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk pembayaran zakat hingga sedekah.

“Untuk mendukung gerakan non-tunai yang digagas Bank Indonesia, lewat BandaPay masyarakat nantinya juga bisa membayar tagihan listrik, air, membeli pulsa atau paket internet, dan sebagainya. Bahkan membayar zakat dan mengambil nomor antri untuk berobat,” kata Aminullah.

Menurutnya, BandaPay tidak hanya dapat mendongkrak PAD saja, namun juga mendukung digitalisasi sistem pengelolaan keuangan daerah sekaligus satu langkah lebih dekat dalam menghadirkan Banda Aceh sebagai pilot project smart-city di Indonesia.

Mendukung pernyataan Wali Kota Banda Aceh, Tri Wahyudi turut mengungkapkan bahwa kehadiran BandaPay diharapkan dapat membawa Muslim Life dan Banda Aceh sebagai duta teknologi bagi umat Islam.

“Banda Aceh harus menjadi poros ekonomi islam di dunia dan kota Islam paling modern,” ungkapnya.

Memperhitungkan 200 ribu lebih penduduk dan pendatang yang melakukan sekitar 500 ribu transaksi digital setiap bulannya, CEO Muslim Life ini memproyeksikan BandaPay dapat berkontribusi pada penerimaan PAD setidaknya 1-1.5 miliar per bulan.

“Dengan BandaPay kita optimis mampu berkontribusi terhadap penerimaan PAD sebesar Rp 1-1,5 miliar per bulan,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Tri Wahyudi juga berharap dengan adanya BandaPay para putra-putri Aceh dapat turut berkontribusi langsung mengembangkan daerahnya. “Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi besar bagi Banda Aceh. Untuk enam bulan pertama, kita akan optimalkan 20% dari transaksi digital yang ada agar tidak menguap ke luar kota,” katanya.