10 Mei . News Allure AI: Memudahkan Personalisasi Produk Kecantikan


InsightAce Analytic, perusahaan asal Amerika Serikat yang kerap menggelar riset pasar serta melayani konsultasi strategi bisnis ini pada Januari 2022 silam merilis sebuah laporan berjudul "Global Artificial Intelligence (A.I.) in Beauty and Cosmetics Market– By Trends, Industry Competition/Company Profiles Analysis, Revenue (US$ Billions) and Forecast Till 2030”. Berdasarkan risetnya tersebut, InsightAce Analytic menyebutkan bahwa Artificial Intelligence (AI) di industri kecantikan bernilai sebesar 2,70 triliun dalam dolar Amerika pada tahun 2021 silam dan diperkirakan akan terus tumbuh setiap tahunnya sebesar 19,7% hingga 2030 mendatang– atau kurang lebih mencapai 13,34 triliun dalam dolar Amerika.

Proyeksi pertumbuhan nilai pasar tersebut berkat teknologi AI yang semakin canggih dan memungkinkan berbagai pihak untuk melakukan terobosan dalam menghadirkan solusi di industri kecantikan, seperti misalnya pemanfaatan AI sebagai solusi atas personalisasi produk kecantikan berdasarkan karakteristik penggunanya. Dengan demikian, para pengguna dapat lebih mudah dalam memilih produk kecantikan yang sesuai dan dibutuhkan oleh kulitnya, sekaligus meminimalisir ketidakcocokan atau alergi terhadap kandungan tertentu yang ada dalam suatu produk. Selain itu, banyaknya data personalisasi yang dihimpun juga dapat membantu produsen produk kecantikan dalam menganalisis performa produk di pasar dan menentukan strategi bisnis yang akan ditempuh ke depannya.

Masifnya adaptasi teknologi AI di industri kecantikan ini merupakan salah satu usaha dalam menyikapi perubahan pola perilaku konsumen sejak pandemi COVID-19 melanda. Banyaknya pembatasan kegiatan yang diterapkan serta tingginya tingkat paparan COVID-19 membuat konsumen ragu serta enggan mencoba produk tester yang disiapkan di gerai. Sebagai gantinya, konsumen beralih pada aplikasi berbasis AI yang dapat memberikan petunjuk dan saran terkait produk kecantikan yang sesuai dengan kondisi kulit mereka.

Allure AI, startup teknologi berbasis AI yang bergerak di industri kecantikan telah menyadari potensi pemanfaatan AI tersebut sejak tahun 2021 silam. Startup binaan Indigo tahun 2021-1 ini menghadirkan aplikasi yang dapat menganalisa kondisi kesehatan kulit wajah penggunanya melalui sebuah swafoto. Para pengguna juga dapat memantau perkembangan kesehatan kulit wajahnya sekaligus menilai hasil dari produk kecantikan yang digunakan dengan memanfaatkan fitur Skin Diary.

Berbagai fitur dan kemudahan yang ditawarkan tersebut, berhasil membawa Allure AI menjaring lebih dari 1000 pengguna dalam kurun waktu 2 pekan saja sejak aplikasi dirilis pertama kali. Hingga saat ini, startup yang didirikan oleh tiga alumni Institut Teknologi Bandung ini telah digunakan oleh lebih dari 12 ribu pengguna dan sukses menganalisis 7500 swafoto.

Terobosan di industri kecantikan yang ditawarkan Allure AI ini telah berhasil mengantarkan mereka memenangkan berbagai kompetisi, seperti Openvino Hackathon yang digelar oleh Intel. Tidak hanya itu saja, Allure AI pada April 2022 berhasil menjadi satu dari enam startup pilihan yang berkesempatan untuk mengikuti Xcaleup Program Cohort 5 selama empat belas minggu. Xcaleup Program sendiri merupakan program akselerasi startup hasil kerja sama antara Shinhan’s Future Lab dan Xendit yang berkomitmen dalam membantu para startup binaannya membangun berbagai kolaborasi strategis untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut.


Masih di bulan yang sama, yakni April 2022, startup yang sempat memperoleh Amazon Grant melalui program AWS Activate ini juga berhasil terpilih menjadi satu dari lima belas startup yang lolos seleksi Startup Studio Indonesia (SSI) Batch 4.

SSI Batch 4 sendiri merupakan program pelatihan yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada para startup berpotensi agar dapat memperluas jejaring dan berimbas pada peningkatan skala bisnisnya, baik dari segi jumlah pengguna, pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan dari modal ventura. Melalui SSI ini, Kementerian Kominfo berharap dapat mencetak 150 startup digital yang memberikan dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2024 mendatang.


EPILOG:

Pencapaian Allure AI yang gemilang tersebut erat kaitannya dengan rangkaian kegiatan pembekalan dan pelatihan yang dijalaninya selama masa inkubasi dengan Indigo. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila Indigo juga kembali dinominasikan dalam ajang “Asean Startup Awards 2021” pada kategori “Best Accelerator/Incubator Program”. Dukung Indigo sekarang juga melalui link ini, ya!