08 Feb . News CEO Privy Mendapat Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Fintech dari Otoritas Jasa Keuangan

Pada 20 Januari 2022 silam, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia yang bertajuk “Penguatan Sektor Jasa Keuangan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Baru”. Dalam acara tersebut, OJK memberikan penghargaan kepada sederet tokoh masyarakat yang turut berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program inklusi dan literasi keuangan.

"Kami mengapresiasi tokoh-tokoh yang telah mendapat award dalam beberapa kategori," ujar Wimboh Santoso (Ketua Dewan Komisioner OJK) yang secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada para tokoh terpilih yang turut hadir dalam acara ini.

Secara keseluruhan, ada lima kategori penghargaan yang dianugerahkan. Salah satunya adalah “Tokoh Penggerak Fintech” yang diberikan kepada Marshall Pribadi (CEO Privy) yang terus aktif mendorong peningkatan transformasi digital di sektor jasa keuangan.

“Kerja sama antara pelaku fintech dan OJK akan terus ditingkatkan guna mendukung transformasi digital di sektor jasa keuangan, terutama dalam membangun ekosistem keuangan digital dan startup fintech yang kredibel untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta investor, memperluas cakupan bisnis guna meningkatkan daya saing keuangan digital Indonesia,” ungkap Wakil Ketua Umum IV Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) ini.

Penghargaan tersebut secara tidak langsung memaknai apresiasi OJK terhadap kontribusi fintech tanah air dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi berbagai pihak penyelenggara fintech untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, serta menjaga integritas. Sehingga, dapat tercipta ekosistem keuangan digital yang kredibel dan dipercaya tidak hanya oleh masyarakat saja, namun juga pemodal dari dalam dan luar negeri.

Terlepas dari stigma negatif yang masih melekat di masyarakat berkat menjamurnya penyelenggara pinjaman online ilegal, ragam layanan fintech sendiri sebenarnya sangat dekat dengan keseharian masyarakat dan telah banyak memudahkan berbagai proses keuangan digital di tengah pandemi COVID-19 ini. Seperti misalnya layanan tanda tangan digital yang ditawarkan oleh Privy, startup binaan Indigo tahun 2015 ini. Meski terkesan hanya menggantikan keberadaan tanda tangan basah, namun berkat integrasinya dengan Regulatory Sandbox dari Bank Indonesia serta sertifikasi PSrE berinduk dari Kominfo, Privy menghadirkan identitas digital yang sah di mata hukum. Maka dari itu, tidak sedikit lembaga keuangan ternama yang mempercayakan proses pengajuan rekening secara daringnya kepada Privy.

Fintech juga telah turut mendorong perputaran roda perekonomian nasional terutama pada masa pandemi ini. Kami optimis bahwa ke depannya industri fintech dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional baru bagi indonesia,” ujar pria yang sempat masuk dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia 2017 ini, sembari menutup pidato terima kasihnya.