20 Jan . News Qontak: Menghadirkan Chatbot dengan Natural Language Processing (NLP)

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat drastis. Pemerintah didukung oleh berbagai pihak di sektor swasta pun terus mendorong percepatan adaptasi digital di berbagai lini demi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan e-Conomy SEA 2021 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, dari seluruh pengguna internet di Indonesia, 80% diantaranya pernah memanfaatkan layanan digital setidaknya satu kali selama tahun 2021. Jumlah konsumen layanan digital di Indonesia pun dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 8% pada 2020 silam dan 5% di 2021 lalu.

Pertumbuhan jumlah pengguna layanan digital ini secara tidak langsung juga menghadirkan tingkat kebutuhan layanan pelanggan digital yang tidak sedikit. Sayangnya, jumlah petugas pelayanan pelanggan sering kali tidak seimbang dengan banyaknya pelanggan yang membutuhkan bantuan mereka. Pemilik bisnis pun, terancam kehilangan pelanggan jika tidak dapat menghadirkan layanan yang memuaskan. Padahal, sering kali pertanyaan dan permasalahan yang disampaikan oleh para pelanggan juga merupakan hal-hal yang sudah disampaikan pemilik bisnis dalam laman Frequently Asked Questions (FAQs) yang disediakannya.

Maka dari itu Qontak menghadirkan fitur chatbot yang bisa dimanfaatkan oleh mitranya untuk memberikan layanan pelanggan yang cepat dan tepat. Chatbot Qontak diklaim mampu merespon lebih dari seribu permintaan pelanggan yang masuk dari berbagai kanal pesan dan media sosial dalam waktu cepat.

“Penggunaan chatbot dalam Messenger API akan mempercepat respon yang tentunya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan,” ujar Brendan Rakphongphairoj (CEO Qontak).

Memanfaatkan Natural Language Processing (NLP) yang terintegrasi, startup alumni Indigo tahun 2017 ini menghadirkan chatbot yang dapat berinteraksi dengan pelanggan secara lebih alami. Chatbot tersebut juga dapat terus berkembang untuk merespon berbagai pertanyaan pelanggan berdasarkan konteks yang diajarkan.

“Tren kecerdasan buatan memiliki masa depan yang cerah di Indonesia sehingga penggunaannya perlu dikembangkan ke dalam fitur chatbot,” terang Brendan.

Pemanfaatan chatbot sendiri tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan saja, namun juga dapat membantu para pemilik bisnis dalam menghemat biaya operasional. International Business Machine (IBM) Corporation, perusahaan teknologi terkemuka asal Amerika Serikat, memperkirakan para pemilik bisnis yang memanfaatkan chatbot dapat menghemat biaya operasional hingga 30%.

Dengan memanfaatkan omnichannel platform dari Qontak, para pemilik bisnis pun dapat menghadirkan chatbot tersebut ke berbagai kanal yang mereka miliki, mulai dari Whatsapp bisnis, pesan Instagram, hingga beragam media sosial lainnya. Sehingga, para petugas layanan pelanggan dapat lebih optimal dalam merespon pertanyaan dan permasalahan yang lebih kompleks.


Hingga saat ini, sudah ada lebih dari seribu bisnis yang memanfaatkan chatbot besutan Qontak ini; termasuk diantaranya Ajinomoto, Rumah Sakit Mayapada, Fabelio, iPot Sekuritas, Alodokter, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).