13 Jan . News Riliv: Startup Pelopor Kesehatan Mental di Indonesia

Sejak pandemi menerpa pada 2020 silam, tidak sedikit dari praktik pelayanan kesehatan mental yang terpaksa mengurangi jadwal praktik atau malah meniadakannya untuk sementara. Padahal World Health Organization (WHO) menyampaikan adanya lonjakan permasalahan kesehatan mental yang memerlukan penanganan profesional secara langsung sejak pandemi dimulai hingga saat ini.

Ketimpangan tersebut membuat masyarakat berpaling pada aplikasi penunjang kesehatan mental yang pada akhirnya menciptakan peningkatan transaksi di sektor tersebut. Deloitte Global pada Desember 2021 silam memprediksi nilai transaksi aplikasi penunjang kesehatan mental secara global akan terus naik hingga mencapai 500 juta dolar amerika (sekitar 7,1 triliun rupiah) pada 2022 ini dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen.

Sayangnya, sebagian besar dari aplikasi penunjang kesehatan mental tersebut hanya mendigitalisasikan berbagai metode tradisional—seperti meditasi, untuk membantu mengatur tingkat stress. Belum banyak yang mampu menjembatani dan menghadirkan psikolog profesional agar dapat terhubung dengan para pengguna seperti yang dilakukan oleh Riliv.



Berangkat dari kata relief—rasa tenang setelah terbebas dari kecemasan atau kesedihan, startup binaan Indigo Batch 2-2020 ini berharap dapat menjadi tempat aman bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan psikolog namun berada di lingkungan dengan kesadaran kesehatan mental rendah yang melanggengkan penyematan stigma negatif kepada para penyintas. Melalui pemanfaatan gawai pintar dan anonimitas yang ditawarkan, masyarakat dapat melakukan sesi konseling tanpa perlu dibayangi rasa cemas dan takut akan stigma negatif yang mungkin dilontarkan pihak lain.

Masyarakat pun tidak perlu khawatir atau meragukan kualitas psikolog yang ditawarkan. Para professional yang tergabung dengan Riliv telah memiliki lisensi dan terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia.

Sejak awal pendirian Riliv di tahun 2015, Audrey Maximillian Herli (CEO Riliv) telah menggandeng langsung Himpunan Psikolog Indonesia untuk menghadirkan psikolog berkualitas yang dapat membantu masyarakat mengatasi permasalah kesehatan mental yang tengah dirasakannya. Sinergi antara keduanya berhasil mengantarkan lebih dari 300 ribu orang merasa lebih baik setelah mengikuti sesi konseling—baik yang dilakukan melalui pesan teks, panggilan telepon, maupun panggilan video.

Meski masyarakat kerap menyepelekan permasalah kesehatan mental di Indonesia, Maxi berharap Riliv dapat terus berjuang melawan berbagai stigma negatif tersebut.

"Semoga kehadiran Riliv bisa menciptakan sebuah tempat yang aman bagi masyarakat yang butuh pertolongan profesional terkait isu kesehatan mental," ungkap Maxi.