05 Jan . News Kaleidoskop Indigo 2021

Indigo selaku inkubator dan akselerator startup di bawah naungan PT Telkom Indonesia, Tbk telah banyak berkontribusi dalam membangun ekosistem startup digital di Indonesia sejak tahun 2013. Komitmen Indigo dalam membantu percepatan adaptasi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dihadirkan melalui pembinaan talenta muda dan startup digital dari hulu ke hilir. Tepatnya melalui ragam kegiatan nurturing creativity yang dimulai sejak dini di tahapan pra-startup hingga program pendanaan lanjutan dan kesempatan untuk bersinergi dengan Telkom Group beserta mitra.

Pada 3 September 2021, Indigo melakukan rebranding yang meliputi penggantian nama yang sebelumnya Indigo Creative Nation menjadi Indigo; penyegaran logo; penyematan tagline #TransformNation yang selaras dengan visi misi Telkom Indonesia yang tengah bertransformasi menjadi digital telco; serta pembaruan konsep program inkubasi dan akselerasi guna meningkatkan kualitas startup binaannya agar dapat memberikan dampak yang lebih signifikan pada ekonomi digital Indonesia.

Selama delapan tahun, Indigo telah membina 52.276 talenta digital yang tersebar di 17 IndigoSpace di seluruh Indonesia. Tercatat ada 194 startup dari 15 sektor berbeda yang telah dibina, dengan 91 startup aktif diantaranya merupakan alumni Indigo. Secara keseluruhan, hingga saat ini terdapat 28 startup yang tengah menjalani program inkubasi dan akselerasi dan 24 startup yang sedang berada dalam tahap pendanaan lanjutan atau follow on funding.

Untuk menunjukan dampak program pembinaan Indigo terhadap startup dan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Indigo menerbitkan Indigo Impact Report 2021. Laporan yang dirilis pada November 2021 tersebut membahas secara mendalam peran inkubator dan akselerator di Indonesia dalam membantu dan menyokong pertumbuhan startup hingga dapat memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sepanjang tahun 2021 sendiri, Indigo telah memberikan banyak kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh para talenta digital, startup founder, hingga masyarakat luas.


471 Events yang dihadiri lebih dari 25 ribu peserta

Indigo bersama dengan IndigoSpace dan IndigoHub rutin mengadakan berbagai kegiatan yang mengupas seluk beluk produk, bisnis, developer, hingga UI/UX yang dapat dimanfaatkan para talenta digital dan startup founder. Tercatat ada sebanyak 378 event telah digelar di 17 IndigoSpace yang tersebar di seluruh Indonesia dan dihadiri 24.577 peserta. Sementara itu, IndigoHub yang hadir di empat kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Jogja, Bandung, dan Makassar; berhasil menggelar 85 event dengan tema yang sama. Indigo juga bekerja sama dengan Deep Tech, UXID Jakarta, dan #StartupLokal dalam menggelar 13 meetup yang dihadiri lebih dari 1000 peserta.


273 Startup Terfasilitasi

Terlepas dari Indigo Intake yang rutin diselenggarakan dua kali dalam setahun, Indigo melalui IndigoSpace dan IndigoHub tetap aktif memberikan pendampingan sepanjang tahun kepada para startup founders. Pendampingan tersebut diberikan kepada para startup founder yang berada dalam tahap pra-startup untuk memvalidasi ide hingga menghubungkan mereka ke early adopters. Sepanjang tahun 2021, IndigoSpace dan IndigoHub tercatat telah memberikan pendampingan kepada 273 startup agar dapat melewati fase early stage dengan lebih terarah sehingga dapat membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.


Indigo Hackathon Fest: 145 MVPs dari 350 Tim

Indigo kembali menggelar acara tahunan Indigo Hackathon Festival 2021 dengan format yang cukup berbeda pada kesempatan tahun ini. Salah satu pembedanya adalah adanya rangkaian webinar yang dapat diikuti seluruh calon peserta, bahkan sebelum hacking time berlangsung. Dari 599 tim yang mendaftar, 350 diantaranya diberi kesempatan mengikuti hacking time untuk menghasilkan Minimum Viable Product (MVP) yang dapat dinilai oleh dewan juri. Tercatat ada 145 MVP yang berhasil terkumpul, namun hanya 30 diantaranya yang mendapat kesempatan untuk pitching. Pada 3 September 2021 akhirnya diumumkan 10 tim yang berhasil membawa total hadiah 310 juta rupiah.


Indigo Intake: 959 Pendaftar dan 39 Startup mengikuti Bootcamp

Sama seperti tahun sebelumnya, Indigo kembali menggelar Indigo Intake sebanyak dua kali sepanjang tahun 2021 ini. Namun, keduanya memiliki format yang berbeda. Indigo Batch 1-2021 digelar dengan format yang sama seperti periode sebelumnya dan berhasil menarik 558 startup untuk mendaftar. Sementara itu, Indigo Batch 2-2021 berhasil menjaring 401 startup untuk diseleksi hingga tersisa 39 startup untuk mengikuti pre-incubation bootcamp selama 4 pekan. Dalam pre-incubation bootcamp ini para startup dibekali dengan berbagai materi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan model bisnis dan produk atau layanan yang ditawarkan oleh masing-masing startup. Di penghujung pre-incubation bootcamp, 39 startup tersebut diseleksi kembali untuk menentukan yang berkesempatan untuk lanjut ke tahap pitching dan bergabung dengan Indigo.


Indigo Inkubasi & Akselerasi: 13 Startup Binaan dan 4 Startup Pendanaan Lanjutan

Sepanjang tahun 2021 tercatat ada 13 startup yang baru bergabung bersama Indigo, dengan 11 diantaranya berasal dari Indigo Intake dan 2 sisanya merupakan incidental, program penerimaan startup yang berlangsung sepanjang tahun didasarkan atas pitch-deck yang dikirimkan oleh para founder startup dan juga canvassing dari tim Indigo. Selain itu, ada 4 startup binaan Indigo yang baru saja memasuki tahap pendanaan lanjutan di 2021 ini.


Startup Indigo: Menjadi Centaur Hingga Melantai

Prestasi startup indigo, baik yang tengah dalam program maupun alumni, bisa dikatakan cukup gemilang di 2021 ini. Indigo untuk pertama kalinya memiliki startup yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada September 2021 silam, yakni RunSystem. Selain itu, Payfazz—startup alumni Indigo tahun 2016, sukses menjadi Centaur di tahun 2021 ini dan membentuk Fazz Financial Group. Sementara itu, di ranah global ada Verihubs yang berhasil terpilih dalam Y Combinator Summer Batch 2021, Izy mengikuti Shinhan Future’s Lab Batch 3, Privy masuk daftar “Forbes Asia 100 to Watch”, Komerce disebut sebagai “Top Innovator in SEA” oleh Deloitte, Tumbasin yang menjadi juara 1 dalam “ASEAN StartUp Competition 2021”, serta Riliv yang terpilih menjadi satu dari 10 Startup terbaik dalam “NL-ID Access Program”. Di ranah nasional, LapangBola terpilih menjadi official statistic provider Piala Menpora 2021. Tidak hanya itu saja, berkat prestasinya tersebut nilai valuasi startup binaan Indigo pun meningkat mulai dari 2.5 hingga 7 kali lipat.


EPILOG

Indigo terus berupaya mendorong startup digital di Indonesia untuk mencapai potensinya melalui rangkaian program inkubasi dan akselerasi yang berkualitas. Selain melalui pemberian pendanaan, Indigo juga membantu startup binaannya untuk dapat berjejaring dan bersinergi dengan Telkom Group dan mitra. Sepanjang tahun 2021 saja, tercatat ada 25 sinergi yang berhasil tercipta dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Di tahun 2022 yang akan datang, Indigo akan terus memberikan bimbingannya kepada para startup founder di Indonesia melalui rangkaian program yang lebih berkualitas sehingga solusi digital yang ditawarkan para startup dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.