08 Okt . News Indigo Startup Bootcamp #1: Startup Founding Team

Sabtu pekan lalu (2/10), Indigo membuka edisi perdana Startup Bootcamp 2021 yang dihadiri oleh 125 peserta dari 39 startup terpilih yang lolos tahap on-desk pada Kamis (30/9) silam.

Topik utama yang diangkat pada minggu pertama ini adalah “Startup Founding Team” dengan menghadirkan tiga narasumber yang membantu memberikan gambaran kepada para peserta terkait bagaimana sebuah startup seharusnya dimulai. Ketiga narasumber tersebut adalah Rebecca Agiestha (Co-founder & Head of Commercial TADA) yang menjelaskan “Startup Founder Mentality”; Wisnu Nugrahadi (CEO Sampingan) dengan diskusinya terkait “Execution and Founder-Market Fit”; lalu ditutup dengan arahan dari William Gozali (Chief Investment Officer BRI Ventures) yang memaparkan “Splitting Equity Among Co-Founders”. Ketiga materi tersebut dibagi ke dalam tiga sesi yang dilaksanakan secara berurutan selama masing-masing 45 menit lamanya.

Topik ini sendiri diangkat di minggu pertama bootcamp dengan harapan agar para founder startup yang terpilih tersebut dapat lebih memahami hal-hal yang perlu dipikirkan, dipertimbangkan, dan juga dilakukan di masa awal pembentukan startup. Sekiranya startup mereka sudah berjalan selama beberapa tahun sekalipun, harapannya materi yang disampaikan dapat membantu para founder untuk kembali mengevaluasi langkah-langkah yang mereka tempuh sebelumnya dan memperbaikinya jika dirasa ada yang kurang.

Karena seperti yang disampaikan oleh Rebecca, bahwa tidak jarang sebuah startup gagal sebelum berkembang karena mentality para founder-nya yang masih belum siap dengan dunia startup itu sendiri. Para founder harus menyadari bahwa mentality dalam membangun startup tidak bisa disamakan dengan bekerja kantoran.


“Tempat ini nggak cocok buat kalian kalo cari yang sudah ada job desc jelas seperti kerja kantoran,” tegasnya.

Rebecca pun menambahkan bahwa dalam membangun startup, para founder tidak bisa terpaku dengan pola kerja 9-to-5 seperti orang kantoran pada umumnya. Sering kali, founder startup harus rela bekerja tidak mengenal waktu, bahkan akhir pekan pun tetap dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

“Harus go extra miles to deliver beyond expectation,” tegasnya.

Maka dari itu, penting sekali bagi pada founder untuk dapat menemukan co-founder serta early employee yang bisa memahami hal tersebut dan mampu mengikuti pola kerja yang telah disepakati bersama. Selain dapat menghindari konflik internal yang tidak diinginkan, menyamakan persepsi dalam bekerja ini penting agar startup yang mereka dirikan dapat terus berkembang.


Wisnu pun menambahkan bahwa tidak jarang sebuah startup juga harus menghadapi konflik internal karena perbedaan pemahaman tersebut. Konflik internal yang tidak terselesaikan dengan baik lambat laun dapat membawa startup ke arah yang buruk. Bahkan, tidak jarang salah satu founder akhirnya memutuskan keluar.

“Kehilangan startup ya sudah lah, masih bisa dibikin lagi. Tapi kalo kehilangan teman kan, ya sayang,” ujar Wisnu.

Konflik internal sendiri bisa timbul tidak hanya karena ketidaksiapan mentality dari para founder-nya ataupun perbedaan pemahaman atas arah startup saja. Sering kali, masalah tersebut timbul ketika ada Investor dan harus melakukan penentuan pembagian equity yang benar.


“Pembagian stock option itu penting, terutama kalo sudah ada Investor,” kata William.

Menurut William, ketika sebuah startup belum ada Investor, memang pembagian equity tidak harus dilakukan terlebih dahulu. Namun, para founder startup harus sudah mulai memikirkan bagaimana skema pembagian yang akan mereka terapkan. Sehingga mereka bisa siap saat ada Investor yang ingin menyuntikkan dananya.

William bahkan mengingatkan kepada para founder startup yang mengikuti bootcamp, bahwa mereka harus bisa membedakan antara founder dan early employee. Karena perbedaan itu tidak hanya akan berpengaruh pada beban kerja dan tanggung jawab mereka saja, namun juga ke stock option yang sewajarnya mereka terima.

Startup Bootcamp ini merupakan salah satu mekanisme baru dari Indigo Intake pada batch 2-2021. Para startup yang terpilih dalam tahap on-desk akan mengikuti serangkaian kegiatan selama startup bootcamp ini berlangsung, yakni empat pekan lamanya hingga 29 Oktober mendatang.