01 Okt . News Setelah Memperoleh Pendanaan Rp39,9 Miliar, Verihubs akan Ekspansi di Asia Tenggara

Sebagian besar lembaga keuangan di Indonesia membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu lamanya untuk memverifikasi keabsahan data yang diberikan calon nasabah. Proses ini biasanya disebut sebagai Know Your Customer (KYC).

Kebijakan KYC ini telah dilakoni lembaga keuangan di Indonesia selama beberapa dekade sebagai bagian dari upaya melawan pencucian uang dan pendanaan tindak terorisme. Langkah KYC konvensional mengharuskan lembaga keuangan untuk meminta nasabah mengisi formulir multi-halaman berisi detail pribadi secara manual— mulai dari riwayat pendapatan hingga aset dan kewajiban, tergantung pada tingkat pemeriksaan yang diperlukan. Tidak jarang data-data yang diisikan tersebut dipalsukan, terutama dengan canggihnya teknologi saat ini. Sehingga tidak mengherankan apabila Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong lembaga keuangan menerapkan e-KYC untuk mempermudah proses verifikasi yang lebih mendalam dan memperkecil kemungkinan penipuan serta pencucian uang.

Salah satu startup binaan Indigo batch 1-2020, Verihubs, menghadirkan solusi e-KYC berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat proses verifikasi tersebut dari hitungan mingguan menjadi lima detik.

“Karena integrasi dengan banyak vendor itu sulit dilakukan oleh developer, itulah mengapa Verihubs memungkinkan klien untuk melakukan KYC, menawarkan verifikasi nomor telepon menggunakan WhatsApp atau SMS, dan juga memverifikasi data keuangan pelanggan,” ujar Rick Firnando (Co-founder & CEO Verihubs)

Proses verifikasi yang dilakukan Verihubs mengharuskan pengguna untuk mengambil foto selfie dan mengunggah foto tanda pengenal resmi dari pemerintah. Kedua foto tersebut kemudian dibandingkan oleh teknologi AI yang dikembangkan Verihubs untuk dicocokan dan dilakukan referensi silang dengan skor kredit operator telekomunikasi dan database pemerintah Indonesia— termasuk catatan kriminal. Kedepannya Verihubs juga akan membangun sistem skoring credit berdasarkan data-data transaksi dan saldo akun.


BACA JUGA: CEO Payfazz Berpartisipasi dalam Pemodal Ventura Global MAGIC Fund


“Untuk sistem verifikasi ID, kami menemukan bahwa Verihubs sudah ada product-market fit di Indonesia, tetapi kami ingin memperluas ke produk baru. Kami mengkonsolidasikan data keuangan dari berbagai sumber, tidak hanya untuk bank, tetapi juga populasi yang tidak memiliki rekening bank. Dan kami juga menjajaki ekspansi ke pasar baru, seperti Filipina dan Vietnam.”

Pengembangkan sistem dan juga ekspansi ini merupakan strategi yang akan ditempuh Verihubs setelah mengumumkan penutupan pendanaan tahap awal sebesar $2,8 juta (sekitar 39,9 miliar Rupiah) yang dipimpin Insignia Venture Partners dengan partisipasi dari Central Capital Ventura (CCV) dan Armand Ventures.

Hingga saat ini startup AI pertama Indonesia yang didukung Y Combinator ini telah memiliki lebih dari 50 klien, sebagian diantaranya berasal dari sektor keuangan—seperti Payfazz (startup alumni Indigo batch 2-2016) dan Commonwealth Bank of Australia.