23 Agt . News Run System akan Segera Melantai di BEI pada September 2021

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendukung upaya startup teknologi dalam menggalang dana melalui penawaran umum perdana atau yang biasa disebut sebagai Initial Public Offering (IPO). Berdasarkan data BEI per 24 Juni 2021 saja ada sebanyak 26 perusahaan yang bersiap melakukan IPO di tahun 2021 ini, dengan tiga diantaranya berasal dari sektor startup dan teknologi. Run System sendiri merupakan salah satu dari beberapa startup Indonesia awal yang sudah resmi melantai di BEI dengan melakukan IPO.


Tingginya dorongan yang diberikan kepada startup untuk segera melantai ini mengingat besarnya peran startup digital selama pandemi COVID-19 dalam membantu percepatan adaptasi digital melalui berbagai produk dan layanan digital yang ditawarkannya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta mendukung perlambatan laju penyebaran coronavirus di Indonesia. Terutama dengan adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki era baru, yaitu era revolusi 4.0. Hal ini menjadi lompatan besar bagi sektor industri terutama bagi yang sepenuhnya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.


Hal senada disampaikan oleh Wahyu Hidayat selaku Komisaris Utama dari Run System dalam sambutannya di acara “Public Expose: Penawaran Umum Perdana Saham PT Global Sukses Solusi, Tbk” yang digelar secara daring hari Jumat (20/8) lalu.


“Dalam kondisi seperti ini peran teknologi informasi dan komunikasi sangat penting bagi pemilik usaha, manajemen perusahaan, serta stakeholders dalam menavigasi jalannya usaha. Kami sebagai perusahaan teknologi siap membantu pebisnis untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan usaha dalam melakukan efisiensi dan efektivitasnya dalam segala aspek dan akhirnya diharapkan dapat memenangkan persaingan”, ungkap Wahyu Hidayat.


Dalam acara tersebut disampaikan bahwa Run System kini tengah melangsungkan penawaran awal saham hingga 26 Agustus 2021 dan diperkirakan akan efektif per 31 Agustus 2021 mendatang. Sementara itu, rangkaian proses penawaran umum, penjatahan, distribusi, hingga pencatatan saham dari Run System diperkirakan akan berlangsung di pekan pertama September 2021.


Startup binaan Indigo Creative Nation ini sendiri menawarkan 196.800.000 saham dengan harga Rp230-Rp254 per sahamnya. Artinya, Run System berpotensi untuk mendapatkan dana hingga 49 miliar rupiah dalam kesempatan IPO ini. Rencananya, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha dengan alokasi sekitar 74 persen untuk modal kerja, 11 persen untuk market acquisition and expansion, 10 persen untuk riset dan pengembangan dan sisanya 5 persen untuk belanja modal.


BACA JUGA: CEO Payfazz Berpartisipasi dalam MAGIC Fund


Sony Rachmadi Purnomo (CEO Run System) menjelaskan bahwa pihaknya melakukan IPO untuk menjaga momentum pertumbuhan yang sudah dibukukan selama dua hingga tiga tahun terakhir, supaya lebih sustain. Pertumbuhan yang dimaksud Sony memang bukan hal yang main-main. Selama dua tahun terakhir saja, Run System menempati peringkat sebagai startup dengan revenue tertinggi di antara startup binaan Indigo Creative Nation lainnya.


“Kami, PT Global Sukses Solusi Tbk, sebagai penyedia solusi software sangat berharap bahwa nantinya saham perusahaan kami dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang layak menjadi pertimbangan dalam portofolio efek dari bapak dan ibu sekalian”, imbuh Wahyu Hidayat.


Berita terkait Run System yang akan segera melantai di bursa sebenarnya sudah terhembus sejak awal tahun 2021, tepatnya semenjak mereka resmi berstatus Tbk pada 28 Desember 2020 silam. Semenjak itu pula lah, Run System sukses mencetak berbagai prestasi gemilang di sepanjang tahun 2021. Mulai dari keikutsertaannya dalam gelaran Hannover Messe 2021, menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam EY Foundry cohort 4, hingga terpilih menjadi satu diantara startup yang berhasil melaju ke “The Investment Day” dari Startup Wheel Vietnam.