27 Mei . News Inilah Tujuh Startup yang Lolos Tahap Pitching Indigo Batch 1-2021

Pada tanggal tanggal 4-6 Mei 2021 silam, rangkaian seleksi pendaftaran program inkubasi dan akselerasi Indigo Batch 1-2021 memasuki tahap pitching. Dari total 116 startup yang lolos hingga tahap on-desk selection, akhirnya tersisa 15 startup terpilih yang berkesempatan untuk pitching secara virtual melalui video conference dengan dewan juri.


Turut hadir Dinoor Susatijo (Senior Manager Indigo Management), Aline Zivana (Head of Incubation Indigo Management), Jeffry Irmawan (Head of Acceleration Indigo Management), beserta dengan tim Indigo Management lainnya pada jajaran dewan juri. Selain itu turut hadir mentor-mentor Indigo Creative Nation dan perwakilan dari MDI Ventures dan juga Telkom Group.


Disampaikan oleh Fajrin Rasyid (Direktur Digital Business Telkom), bahwa Telkom melalui Indigo Creative Nation telah menimbang secara seksama dan masak dalam memilih tujuh startup unggulan yang berkesempatan untuk bergabung dengan program inkubasi dan akselerasi Indigo Batch 1-2021 serta memperoleh pendanaan masing-masing mencapai Rp 2 Miliar untuk program akselerasi dan sebesar Rp 750 Juta untuk program inkubasi.


“Telkom melalui Indigo Creative Nation sangat selektif dalam menetapkan para startup yang akan dibinanya demi menumbuhsuburkan inovasi karya anak bangsa. Ketujuh startup ini mewakili startup berkualitas yang dicari di mana mereka bukan hanya berprestasi, melainkan juga memiliki dampak sosial, serta tentu saja berpotensi dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid di Jakarta (24/5).


Ketujuh startup yang lolos tahap penjurian dari Indigo Batch 1-2021 ini bergerak di berbagai bidang—mulai dari Edukasi, Kesehatan, hingga Small Medium Enterprise (SMEs); dan menerapkan berbagai kemajuan teknologi pada layanannya—seperti Natural Language Processing (NLP), Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan juga Blockchain.



Educourse

Platform edukasi yang berfokus pada bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic) serta bahasa asing ini memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), dan Natural Language Processing (NLP) untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan.


Sejak 2018 silam, Educourse yang mengklaim telah memiliki ribuan active user ini, bahkan telah mengirimkan lebih dari 650 murid, pengajar, dan pejabat pemerintahan ke Korea melalui program Edutour yang diusungnya. Dengan pencapaian tersebut, tidak mengherankan jika Educourse menjadi semifinalis Telkomsel Startup 2021 yang diadakan Telkomsel Innovation Center (Tinc) dan menjadi finalis pada kesempatan Astra Startup Challenge 2021. Pada bulan April silam, Educourse juga menjadi salah satu startup yang turut serta memeriahkan gelaran acara Hannover Messe 2021.


Tumbasin.id

Tumbasin menyediakan platform yang memberdayakan para pedagang pasar tradisional dengan fokus membantu meningkatkan penjualan, serta membuka akses perbankan bagi para pedagang pasar tradisional melalui kerjasamanya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).


Sejauh ini sudah terdapat lebih dari 1.500 pedagang dari 76 pasar tradisional yang tersebar di 14 kota di Indonesia menjadi mitra Tumbasin. Selama enam bulan terakhir, rata-rata pertumbuhan pengguna Tumbasin diklaim berada di angka 14 persen.



Komerce

Sebuah platform yang menjembatani antara UMKM agar dapat terhubung dengan talenta digital yang melek teknologi sehingga dapat mengakselerasi penetrasi market mereka di dunia maya. Harapannya dengan ini daya serap tenaga kerja bisa meningkat, mengurangi jumlah pengangguran, menekan angka penduduk yang melakukan urbanisasi, sekaligus meningkatkan daya saing, dan pendapatan UMKM melalui kehadirannya di platform digital.


Hingga saat ini sudah terdata lebih dari 800 UMKM yang memanfaatkan layanan dari Komerce dan terdapat lebih dari 1.300 talent muda yang dilatih oleh Komerce dimana 600 diantaranya bahkan berhasil memperoleh pekerjaan.




Allure

Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan Allure dapat menerjemahkan swafoto konsumen menjadi data permasalahan kulit wajah yang ada, lalu merekomendasikan produk-produk yang sekiranya diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Allure juga tengah mengembangkan teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan pengguna untuk mencoba produk make-up secara virtual.


Solusi yang ditawarkan Allure dengan pemanfaatan AI disebut sebagai salah satu solusi terbaik dari Indonesia dengan terpilihnya Allure sebagai juara kedua dalam OpenVINO Hackathon 2020 yang diadakan Intel dan juga dalam jajaran 20 terbaik dari program GOTCHA 2021 yang diadakan OCBC NISP Ventura. Allure juga merupakan satu dari 18 startup yang terpilih mengikuti Dilo Customer Validation Batch 1-2021 lalu.



HearMe

Menyediakan aplikasi penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dengan memanfaatkan model animasi tiga dimensi (3D) untuk menjembatani komunikasi antara Teman Tuli dan Teman Dengar. Selain itu, Teman Tuli dapat merekam gesture dari Bisindo yang ingin disampaikan, lantas diterjemahkan ke dalam bentuk teks atau suara oleh aplikasi ini.


Hingga saat ini, HearMe sudah diunduh lebih dari sepuluh ribu kali dan digunakan 4.625 pengguna aktif setiap bulannya. Selain itu HearMe juga merupakan pemenang “Transformer Summit Senegal 2019” dan juara dua “Swiss Innovation Challenge Indonesia 2019”.





ctscope

CtScope menawarkan platform berbasis blockchain yang memungkinkan para dokter untuk melakukan pertukaran informasi kesehatan berupa manajemen rekam medis agar lebih cepat dan efektif.


Ctscope semula bernama Dokpedia yang dirintis di Global Startup Campus, Pangyo, Korea pada 2018. Pada 2019, startup ini dilanjutkan di Indonesia dengan nama Cryptoscope dan diinkubasi oleh The GreaterHub, School of Business Management Institut Teknologi Bandung. Lalu pada tahun 2020, Cryptoscope resmi diinkubasi oleh Telkomsel di bawah program Telkomsel Innovation Center (Tinc) dan berganti nama menjadi ctscope.


Saat ini sudah ada 41 klinik di dua kabupaten di Jawa Barat yang menggunakan platform Ctscope. Selain itu, Ctscope juga sedang dalam uji penggunaan dengan 32 puskesmas dan 6 rumah sakit.



Psikku

Satu-satunya startup yang berasal dari Indonesia Timur tepatnya Manado ini menawarkan tes psikologi secara daring, baik untuk perorangan maupun karyawan perusahaan. Melalui platform-nya, pengguna Psikku bisa berkonsultasi dan memilih psikolog berlisensi yang telah menjadi mitra Psikku. Harapannya, pengguna Psikku dapat mengeksplorasi potensi dirinya untuk membantu proses pengambilan keputusan masa depannya.


Hingga saat ini, Psikku sudah diaplikasikan di sepuluh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan beberapa instansi di Sulawesi Utara. Jumlah pengguna aktif Psikku mencapai lebih dari 2000 orang.