Beberapa waktu belakangan ini sedang sangat booming kasus peretasan dan penyebaran virus Ransomware WannaCry di beberapa negara termasuk di Indonesia. Sejak Jumat, 12 Mei 2017 diperkirakan sekitar 150 negara terkena serangan ganas ini, termasuk Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Ransomware WannaCry menyerang sistem IT Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Ransomware yang sama telah menyerang sedikitnya 16 rumah sakit di Inggris dan telah menyebar luas kurang lebih ke 99 negara dalam kurun waktu yang sangat singkat sejak Jumat kemarin. Akibat dari ransomware ini, rumah sakit di beberapa wilayah di luar Indonesia terpaksa harus terhenti pengoperasianya demi memperbaiki sistem IT data mereka.

Ransomware Wannacry ini, menyerang data IT beberapa perusahaan besar termasuk Indonesia. Cara kerjanya adalah virus ini akan mengunci data dan mengenkripsinya, bila ingin mengakses data tersebut perusahaan harus membayar sejumlah tebusan yang nominalnya sangat tidak sedikit dan setelahnya peretas akan memberikan kode untuk membuka akses data. Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) untuk mengeformulasikan upaya pencegahan penyebaran virus ransomware wannacry.

Sesuai dengan himbauan ketua Id-SIRTII, M. Sallahudin, hari ini Senin 15 Mei 2017 setiap perusahaan yang menggunakan teknologi infomatik dalam mengelola indeks kedataan disarankan untuk tidak langsung menyalakan komputer yang sudah terhubung dengan jaringan internet. Pria yang akrab disapa Didin ini juga menyarankan untuk terleih dahulu melepas semua koneksi LAN pada saat komputer dalam keadaan padam dan mem-back-up data-data penting secara offline.

Seperti yang diketahui bahwa beberapa waktu sebelum virus ransomware wannacry ini menjadi viral, Indonesia sendiri sudah mengalami beberapa kali peretasan. Mentri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyampaikan bahwa Indonesia rentan serangan siber. Beliau mengatakan dalam sebuah acara Primetime News, MetroTV bahwa ada sekitar 10 ribu serangan siber setiap hari.