Kofera, platform otomasi pemasaran Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya telah meningkatkan putaran pra-seri A yang dipimpin oleh MDI Ventures, sebuah perusahaan modal ventura milik Telkom Group. Indosterling Capital, Discovery Nusantara Capital (DNC), dan Gunung Sewu juga ikut berpartisipasi di putaran terakhir untuk para startup di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Tinggalkan Berrybenka, Danu Wicaksana Beralih ke Telkomsel

Bachtiar Rifai, CEO Kofera dalam press conference mengatakan bahwa rencananya pendanaan baru ini akan digunakan untuk mendanai pengembangan produk, penelitian, dan memperluas pasar untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kofera adalah perusahaan startup yang digawangi oleh Rifai, Gayuh Tri Satria, Ryan Haryadi, dan Ferry Ardhana Wahyu Hutama pada tahun 2016 silam. Kofera mengklaim bahwa dirinya adalah platform perangkat lunak software-as-a-service (SaaS) pertama di Indonesia yang mampu mengotomatisasi pemasaran dengan menggunakan kecerdasan buatan dan menggunakan bahasa mesin. Dengan demikian, sistem yang disediakan oleh Kofera digadang mampu memberikan solusi masalah kelangkaan bakat di bidang pemasaran digital yang ada di Indonesia.

Selama ini membangun tim pemasaran digital secara in-house yang memadai dianggap mahal bagi pemain startup. Di sisi lain, Gooogle Termasek menyatakan bahwa iklan di dunia digital telah mencapai 200juta dollar pada tahun 2015 dan diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 2,7miliar dollar pada tahun 2025.

Baca Juga: Telkom Group Tambah Kepemilikan Saham di Tiphone

Dengan mengandalkan mesin pembelajaran, Kofera menawarkan empat modul cerdas yang telah terintegrasi dengan baik. Modul tersebut termasuk campaign builder, optimiser, monitoring, dan analytics. Perusahaan besar seperti Tokopedia, Blanja, Berrybenka, Bhinneka, Sejasa, FlowerAdvisor dan e-commerce lain telah menggunakan Kofera untuk sistem digital advertising mereka.

"Salah satu faktor yang membedakan Kofera dengan pesaing lain di bidangnya adalah penggunaan pembelajaran mesin end-to-end pada setiap layanan iklan, termasuk integrasi saat pembuatan campaign, monitoring, dan optimisasi," kata Rifai.

Menariknya, sebelum putaran pada pendanaan terakhir, Kofera telah mengumpulkan dana dari Idesource dan Telkom Indigo.