Saat ini memiliki akun Twitter sudah merupakan suatu keharusan. Bagaimana tidak, media sosial yang memiliki fitur untuk melontarkan pesan singkat dari para penggunanya ini, sudah digunakan oleh berbagai kalangan dan dengan berbagai tujuan. Mulai dari pejabat, konglomerat, pebisnis, selebritis bahkan pelaku di sektor pendidikan tak mau kalah ikut serta meramaikan Twitter.

Meskipun Twitter tengah dilanda isu bangkrut, tapi nampaknya Twitter masih menjadi media sosial yang masih banyak diminati, terutama untuk kampanye-kampanye digital seperti kegiatan marketing, penyebarluasan informasi, hingga kampanye politik bisa dilakukan melalui Twitter. 

Sudah lama pula orang-orang berspekulasi bahwa Twitter lebih cocok disebut sebagai perusahaan media, bukan media sosial karena fungsinya itu. Akhir-akhir ini, meskipun tidak ada pernyataan resmi dari pihak Twitter, nampaknya saat ini Twitter mulai mengakui bahwa mereka memang lebih cocok disebut sebagai perusahaan media ketimbang sebagai media sosial. Hal ini bisa kita perhatikan dari berbagai perubahan yang dilakukan oleh Twitter sendiri. 

Pertama, pada kolom Twitter Careers menampilkan lowongan pekerjaan dengan posisi sebagai editor. Dalam deskripsi kerja dijelaskan bahwa editor ini akan memegang pekerjaan pada produk video perusahaan Periscope. Nantinya, editor ini akan bertanggung jawab untuk mengontrol hal-hal yang berkaitan dengan online video. Dengan kata lain, calon pelamar harus mengetahui cara kerja show “on-air”. 

Kedua, berdasarkan fakta, kini Twitter mulai melakukan tes terhadap “breaking news push notifications”. Hal ini telah diumumkan oleh pihak Twitter pada Golden Globe pre-show.  

Ketiga, perusahaan yang awalnya berlabel “social media company” ini mulai mengalami perubahan dalam penempatan kategori aplikasinya. Jika sebelumnya Twitter selama ini berada di kategori “social networking” dalam Apple’s App Store, kini kategori Twitter berubah menjadi kategori “news”. 

Berdasarkan tanda-tanda yang telah dijelaskan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Twitter yang awalnya hanyalah perusahaan media sosial kini bertransformasi menjadi perusahaan media. Mungkin kelihatannya Twitter seperti kehilangan identitas aslinya, tapi kita tunggu saja, mungkin dengan identitas baru ini bisa menyelamatkan Twitter dari kebangkrutan.