Marketplace Indonesia yang bergerak di bidang pemasaran kerajinan tangan, Qlapa, telah mengumumkan penutupan seri A yang dipimpin oleh salah satu investor yang berpengaruh asal India, Aavishkaar Frontier Funds. Pendiri sekaligus pendukung dari jaringan Kapan Lagi ini menyatakan bahwa investasi tersebut masih termasuk dalam investasi minor atau kecil, meskipun begitu jumlahnya tetap masih dirahasiakan.

Pendiri Qlapa, Benny Fajarai berujar bahwa investasi minor atau seed round ini merupakan langkah dalam berupaya untuk mencapai product-market fit dan memperoleh pencapaian di ranah pasar lokal. Perlu diketahui bahwa Benny Fajarai membangun Qlapa pada tahun 2015 dengan melihat peluang 20 miliar US dolar di pasar kerajinan. Kabar baik datang tepatnya di tanggal 23 Maret tahun ini, marketplace Qlapa berkompetisi dengan startup lainnya termasuk KU KA dan Craftline dan berhasil menjadi marketplace terbaik Indonesia yang menjuarai kategori produk kerajinan tangan terutama produk fashion batik dan atribut dekorasi rumah.

Menurut Benny sebagai founder, nilai keunikan Qlapa terletak pada standart kurasi yang cukup ketat dan hal itu memang sedikit membebankan penjual. Meskipun begitu, hal itu menjamin keunikan dan ciri khas produk dalam situs marketplace. Qlapa memiliki sebanyak 4.000 pengrajin, dan menawarkan sebanyak 65.000 produk kerajinan tangan pada platform marketplace. Dengan adanya dana baru, Benny berharap Qlapa nantinya akan meningkatkan dua kali lipat tim kerjanya nya menuju skala operasi secara nasional.