Pengalaman memang guru yang paling berharga. Hendra Kwik benar-benar memanfaatkan pengalamannya untuk mengembangkan bisnisnya sendiri, Payfazz. Dalam mengembangkan perusahaan yang bergerak di industri financial technology (fintech) ini, Hendra mengaplikasikan semua ilmu yang telah ia dapat dari Kudo, perusahaan tempatnya bekerja dulu. Kini, Hendra berusaha mengembangkan bisnisnya itu dengan memanfaatkan dana dari startup investor.

Baca juga: Kenalkan Teknologi Informasi Kepada Anak Secara Aman

Hendra baru saja pulang dari program inkubasi dari Y Combinator, sebuah Platinum plus accelerator di Amerika Serikat. Dari program tersebut, Hendra berhasil mendapatkan banyak ilmu baru dan tentunya suntikan dana dari Y Combinator senilai US$ 120.000 (sekitar Rp. 1,6 miliar).

Selain bantuan dana, Payfazz juga mendapatkan ilmu dari para mentor yang telah malang melintang di kawasan Silicon Valley. Hendra menyatakan, “Y Combinator menyarankan para startup binaan mereka untuk tidak berbincang dengan para investor sebelum benar-benar membutuhkan investasi. Kami dituntut untuk membuat produk yang diinginkan masyarakat terlebih dahulu dan terus mencari masukan dari para pengguna tersebut.”

Payfazz merupakan aplikasi dompet digital khusus untuk masyarakat yang tinggal di luar kota besar. Agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja, terdapat jaringan agen yang juga berperan mendorong perkembangannya. Melalui aplikasi ini, para pengguna bisa melakukan isi ulang (top up) lewat para agen tersebut, lalu menggunakan saldo di Payfazz untuk membeli pulsa, membayar tagihan, serta mengirimkannya ke pengguna lain.

Baca juga: INSTANID: Startup Indonesia yang Menghubungkan Akademisi, Bisnis, Komunitas, hingga Pemerintah

“Kudo tidak melakukan hal ini, jadi saya berpikir untuk melakukannya sendiri. Metode pembayaran seperti ini merupakan sebuah inovasi dan kami menjadi pelopor di digital community Indonesia,” Hendra menjelaskan perbedaan aplikasi buatannya dengan startup lain yang juga bergerak di industri fintech.

Melayani sekitar 25 ribu hingga 40 ribu transaksi perhari dengan nominal transaksi sekitar Rp26 ribu hingga Rp52 ribu, Hendra berharap bisa mendapat 20% pendapatan dari layanan pembayaran, 20% dari transfer uang, serta 30% dari pemberian pinjaman.

Sebelum menjadi peserta Y Combinator, Payfazz merupakan bagian dari Indigo, the best incubator Indonesia. Ilmu dan pengalaman yang Hendra dan rekan-rekannya dapatkan dari Indigo menjadi bekal penting dalam keikutsertaan Payfazz dalam summer batch Y Combinator 2017 tersebut.

Jangan pernah lelah menambah ilmu dan pengalamanmu ya!