Bertempat di Hotel Takes’s and Mansion Jakarta, pada Jumat (26/05) sore hari, sebuah aplikasi lahir besutan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau dikenal dengan KPAI. PandawaCare diusung sebagai aplikasi perlindungan anak yang diharapkan dapat mempermudah orangtua dan keluarga dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap anak. Lebih dari itu, PandawaCare juga diharapkan menjadi platform baru dalam merespon isu-isu terkait perlindungan anak dengan lebih baik.

Pada acara peluncuran PandawaCare, tentu saja dihadiri instansi penting mulai dari KPAI, beberapa kementrian terkait, perwakilan dari Polres Jabodetabek, serta sektor pendidikan hingga dinas sosial dan organisasi masyarakat sipil

Lahirnya aplikasi PandawaCare ini dikarenakan KPAI menilai, semakin tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat di Indonesia harus segera dijawab dengan langkah-langkah konkrit yang mampu mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak seefektif mungkin.

Ketua KPAI, HM Asrorun Niam Sholeh juga menyampaikan bahwa pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi di lingkungannya berkaitan dengan anak-anak Indonesia.

PandawaCare selanjutnya akan digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung KPAI sebagai lembaga negara yang independen, yang salah satu tugasnya adalah menerima dan menelaah pengaduan masyarakat serta mengumpulkan data dan informasi.

Untuk saat ini, PandawaCare baru tersedia untuk smartphone berbasis Android, dan bisa diunduh secara gratis melalui Google Play Store. Beberapa fitur penting yang disediakan oleh aplikasi PandawaCare ini adalah Monitoring GPS, tombol SOS, Alarm bahaya, Konseling online, Pengaduan online, dan Portal berita anak Indonesia.