Tepat tanggal 15 Juni 2017 lalu, Startup penyedia layanan peer-to-peer (P2P), KoinWorks mengumumkan pencapaiannya setelah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bulan April 2017. Sebagai penyedia layanan P2P lending pertama yang terdaftar di OJK, KoinWorks telah berhasil merangkul sedikitnya sepuluh ribu pemberi pinjaman sampai pada Juni 2017. Meningkatnya jumlah pemberi pinjaman ini semakin membuktikan bahwa kebutuhan investasi dan pemberian pinjaman yang mudah adalah hal yang masih mendapat respon yang positif di Indonesia.

Baca Juga: Bidik Masyarakat Daerah, Bukalapak Luncurkan Fitur Buka Emas

Bernard Arifin yang merupakan COO dari KoinWorks mengungkapkan, peningkatan ini selain menunjukkan pertumbuhan yang signifikan juga memberikan tantangan lain bagi pihaknya. Bernard juga berujar bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu menjaga portofolio dan meningkatkan kepercayaan konsumen KoinWorks dari segala aspek baik yang berperan sebagai peminjam maupun sebagai investor.

Sebagai wujud dari upaya peningkatan layanan, KoinWorks juga menghadirkan fitur dashboard baru bernama Multi Auto Purchase. Fitur ini merupakan pengembangan dari fitur Auto Purchase yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Sebelumnya, Fitur Auto Purchase ini diklaim sangat membantu para pemberi pinjaman aktif. Selain bermanfaat bagi para pemberi pinjaman, fitur tersebut juga membantu kecepatan KoinWorks dalam mendanai permohonan pinjaman yang diminta oleh konsumen.

Baca Juga: Pesan Tiket Pesawat dan Hotel Sekaligus Bisa Lewat Traveloka

COO KoinWorks juga menyampaikan bahwa ia dan pihaknya ingin meningkatkan kualitas fitur Auto Purchase yang sudah ada dan mengembangkannya agar para investor bisa semakin mendapat kesempatan yang sama dalam berinvestasi.