Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Divisi Digital Service, PT Telkom Indonesia dalam rangka pengembangan Digital Innovation Lounge (DILo) Kemenpora - Telkom.


Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora, Eny Budi mengatakan, instansi pemerintah tengah giat mendorong pemuda menjadi lebih kreatif khususnya di bidang digital.


"Melalui pertumbuhan starup digital pemuda, kami berharap akan meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan nasional," tutur Eny di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (14/9/2017).


Momentum penandatangan MoU turut dihadiri Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewabroto.


Salah satu poin utama kegiatan tersebut adalah akan didirikannya DILo pada ruangan lantai dua Wisma Menpora serta rencananya diresmikan langsung Menpora Imam Nahrawi pada Oktober mendatang.


Salah satu poin utama kegiatan tersebut adalah akan didirikannya DILo pada ruangan lantai dua Wisma Menpora serta rencananya diresmikan langsung Menpora Imam Nahrawi pada Oktober mendatang.


Executive General Manager Divisi Digital Service PT Telkom, Arief Mustain mengatakan, PT Telkom ingin membantu Kemenpora dalam menumbuhkembangkan jiwa dan karakter kreatif muda di dengan mencetak lebih banyak lagi digital preneur.


"Mereka akan dimentor nantinya untuk membuat software, aplikasi, game, dan teknologi digital," bebernya. 


DiLO sendiri saat ini sedikitnya terdapat di 16 lokasi di Indonesia, antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Member seluruh titik Dilo sudah mencapai lebih dari 20 ribu orang, dengan fokus pada pengembangan industri kreatif digital nasional. 


Terbaru, Agustus lalu, dilakukan DiLO Festival di sembilan kota antara lain di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Surabaya, Denpasar, Solo, dan 

Yogyakarta. 


Sementara kegiatan serupa juga akan digelar pada Desember 2017 mendatang di DiLO Bandung, Banda Aceh, Pekanbaru, Malang, Balikpapan, dan Makassar. 


Arief menambahkan, inisiatif tersebut sangat baik karena daya kompetisi sebuah bangsa sekarang dan ke depan bergantung pada kreativitas dan profesional dari sumber daya manusianya. 


"Apalagi ini tempatnya sangat strategis, sangat baik untuk memulai langkah lainnya ke depan di sini. Setelah kami bina di DiLO, kami siap untuk membimbing dalam bentuk kegiatan inkubasi dan akselerasi ke depannya melalui program Indigo Creative Nation," sambungnya.


Dia menambahkan kerjasama erat dengan berbagai pihak juga telah dilakukan, bukan kali ini saja. Antara lain dalam penyelenggaraan kegiatan Hackathon Republik IoT di Bandung baru-baru ini bersama Kominfo, penyelenggaraan kegiatan BEKUP bersama BEKRAF, dan pengembangan DILo di Bali bersama Kementrian Perindustrian .