Perkembangan industri pembiayaan yang memanfaatkan teknologi atau yang lebih dikenal dengan sebutan fintech (financial technology) diramalkan akan semakin meroket di tahun 2017. Seperti yang dilansir oleh Liputan6.com (24/11), berdasarkan data Bank Indonesia, yang menggambarkan bahwa nilai transaksi fintech pada tahun depan akan mencapai US 1,9 miliar atau sekitar Rp 25 triliun.

Menurut Country Manager TrueMoney Indonesia, Joedi Wisoeda, pasar yang ingin dicapai pelaku industri fintech adalah mereka yang belum tersentuh layanan perbankan atau unbankable. Pasalnya, berdasarkan data yang ia dapatkan dari Bank Indonesia hanya ada 60 juta orang yang memiliki rekening perbankan di tahun 2015. Rata-rata satu orang nasabah memiliki 2 sampai 3 rekening bank.

Jika diteliti lebih lanjut, diperkirakan hanya ada 20 juta penduduk yang dilayani oleh perbankan. Padahal, pada kenyataannya jumlah penduduk di Indonesia lebih dari 250 juta jiwa.

Kesimpulannya, persentase jumlah total masyarakat Indonesia yang menggunakan fasilitas perbankan tidak sampai 10%. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat tingginya angka kelompok unbankable di Indonesia ialah mereka belum teredukasi mengenai lembaga keuangan penghasilan kecil yang membuat masyarakat enggan menabung di bank.

TrueMoney yang sebelumnya sudah eksis pada pasar unbankable di Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, dan Myanmar, kini membuka perusahaannya di Indonesia. Joedi mengatakan strategi yang digunakan oleh TrueMoney ialah dengan menjalankan kerja sama dengan berbagai pihak yang dapat menunjang perkembangan perusahannya.

"Dari sisi regulasi, misalnya perlu ada integrasi antara e-Money satu dengan e-Money lainnya. Untuk itu, TrueMoney mulai bekerja sama dengan e-Money milik Indosat, Telkomsel dan XL. Sehingga mesin EDC kami bisa dipakai oleh mereka. Dengan demikian, penggunanya makin banyak," kata Joedi.

Saat ini jumlah agen TrueMoney sudah mencapai 18.000, TrueMoney mulai memperkenalkan layanannya melalui agen di seluruh Indonesia.

Joedi menambahkan, akan ada lima tren layanan finansial yang berkembang tahun 2017. Kelima tren layanan finansial tersebut adalah customer experience atau pengalaman konsumen dalam menggunakan layanan e-Money, kemampuan big data analitics yang dimiliki perusahaan fintech, cashless society, automate financial mobile service, serta penggunaan biometrik untuk keamanan.

Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk membuka perusahaan sendiri yang bergerak di bidang fintech?