Siapa yang tidak tahu ponsel cerdas BlackBerry. Pada awal tahun 2000-an, ponsel cerdas besutan BlackBerry begitu populer, mulai dari kalangan pebisnis hingga pelajar. Terutama fitur BlackBerry Messengernya (BBM) yang begitu mendunia.

Meskipun saat ini ponsel BlackBerry bisa dikatakan telah kalah bersaing dengan ponsel-ponsel cerdas lainnya, penggunakan BBM rupanya masih menjadi aplikasi chatting yang populer di Indonesia.

CEO BlackBerry Messenger, Matthew Talbot, pada Desember tahun lalu mengatakan kepada KompasTekno, bahwa pihaknya berencana memindahkan server BlackBerry Messenger (BBM) ke Jakarta, Indonesia. Ia mengatakan pemindahan server BBM itu akan dilakukan secara bertahap dari tempat asalnya di Kanada ke Indonesia dan akan rampung dalam kurun waktu 12 bulan tepatnya di tahun 2017. Ia juga berharap infrastruktur di Indonesia mampu mendukung server yang dimiliki BBM dalam kurun waktu satu tahun mendatang.

Namun tidak disangka pernyataan yang telah diucapkan Talbot tersebut justru dibantah oleh pihak BlackBerry sendiri. Dalam keterangan tertulis BlackBerry, Senin (16/1), BlackBerry menegaskan server tersebut dikatakan tidak akan dipindah ke Jakarta.

 "Sangat penting untuk diketahui bahwa BlackBerry tidak mempunyai rencana untuk memindahkan infrastruktur BBM, termasuk server Blackberry yang berlokasi di Kanada dan Amerika Serikat, ke Indonesia," bunyi keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Blackberry.

Sedangkan, di blog resmi perusahaan, BlackBerry menyatakan bahwa sejak bulan Juni yang lalu, mereka membuat kerjasama dengan perusahaan asal Indonesia, Emtek, dengan memberikan lisensi untuk mengembangkan dan menawarkan cross-platform BBM.

“Tujuannya adalah untuk lebih melayani banyak pengguna BBM kami dan khususnya 60 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia. Dengan bekerja sama dengan mitra terpercaya yang kita tahu dapat mempercepat pengiriman fitur dan layanan baru untuk BBM,” ujar Marty Beard, Chief Operating Officer BlackBerry dalam tulisannya.

Dalam keterangan resminya, Blackberry menambahkan, “kita hanya memberi hak lisensi untuk Android, iOS ,dan Windows Phone versi BlackBerry Messenger kepada anak perusahaan baru milik EMTEK yang bernama Creative Media." Dengan demikian jelas sudah bahwa perusahaan tersebut masih memiliki 100 persen BlackBerry Messenger.

Di lain pihak, Talbot mengatakan bahwa lisensi BBM 100 persen dimiliki oleh Indonesia, termasuk semua trademark, operasi dan pengembangan BBM. Bahkan Talbot menepis isu yang beredar bahwa kerja sama ini hanya berlangsung selama tidak lebih dari 6 tahun, ia memperjelas bahwa kerja sama ini adalah ongoing royalty yang berarti kerja sama seumur hidup.