Perkembangan teknologi memang tidak ada yang tidak memberi dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakat yang menyadarinya, terutama ketika kemapanan teknologi tersebut merambah ranah ekonomi dan bisnis dimana perputaran dana dan keuangan baik bagi perseorangan maupun bagi negara terjadi di sana. Untuk itu apapun yang terjadi dengan perkembangan teknologi terutama finetech di ranah ekonomi dan bisnis, Bank Indonesia sebagai bank sentral kenegaraan Indonesia siap mendukung segala inovasi yang memberi dampak positif.

Pada November tahun 2016 silam, Bank Indonesia membentuk BI Finetech Office. BI Fintech Office dibentuk dengan tujuan mengeluarkan aturan-aturan yang bertujuan mendorong pertumbuhan inovasi-inovasi baru, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan sektor keuangan. Terbentuknya BI Finetech ini juga tidak lain dilatar belakangi oleh perkembangan industri bisnis berbasis teknologi yang sedang sangat berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara tahun 2016.

Di rujuk dari Tech in Asia Indonesia, pada semester kedua 2016 lalu, jumlah startup fintech di Asia Tenggara yang menerima investasi telah melampaui sektor e-commerce, walaupun secara perhitungan nominal uang masih tetap lebih kecil.

Memberi perlindungan kepada konsumen, memetakan industri finetech di tanah air, serta menyelaraskan regulasi dengan inovasi menjadi latar belakang dan peran BI Finetech terhadap teknologi industri di Indonesia. Menyadari adanya keterlambatan regulasi sementara inovasi teknologi terus berkembang, pihak BI Finetech pun merancang sesuatu yang disebut dengan Regulatory Sandbox.

Kembali dilansir dari Tech in Asia Indonesia dalam kesempatan berbincang dengan Acting Head of BI Fintech Office, Junanto Herdiawan atau yang akrab disapa Iwan, Regulatory sandbox yang diusung ini merupakan sebuah wadah khusus yang diperuntukkan bagi para inovator di industri fintech. Para pelaku industri yang memiliki produk inovatif, namun terkendala regulasi yang belum terbentuk untuk mengatur operasionalnya, dapat mendaftar ke dalam program sandbox ini terlebih dahulu.

“Begitu ada produk inovatif, eh regulasinya belum sampai. Hal ini bisa menjadi penghambat dari perkembangan teknologi finansial. Oleh karena itulah BI Fintech Office hendak mengeluarkan regulatory sandbox,” ungkap Iwan.