Saat ini, hampir semua kegiatan sehari-hari kita telah terhubung dengan dunia digital. Mungkin banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya bahwa tanda tangan kita bahkan bisa di digitalisasi dan dijadikan sebuah model bisnis yang menggiurkan. Privy ID menyadari hal ini dan idenya untuk mengembangkan layanan digital signature dan translate identity telah mendatangkan kepercayaan dari startup investor.

Berawal sebagai perusahaan penyedia jasa pembuatan template dokumen, PrivyID kini fokus untuk menyediakan layanan digital signature dan translate identity. Bukan tanpa alasan, perubahan model bisnis ini didasarkan pada besarnya peluang bisnis yang ada. Fahrouq mewakili PrivyID menyatakan bahwa perusahaannya berani melepaskan statusnya sebagai penyedia jasa pembuatan template dokumen dan banting stir ke layanan digital signature karena alasan sederhana. “Ketika kita berbicara tentang dokumen, pada akhirnya dokumen tersebut akan ditandatangani. Jadi, meskipun template dokumen tersebut dibuat oleh perusahaan lain, kami tetap bisa ikut andil dalam menyediakan digital signature.” Fahrouq menjelaskan.

Baca Juga: Zaman Terus Berkembang, 6 Strategi Bisnis ini Bisa Diterapkan Startup Indonesia Kapan Saja

Mengalami perubahan model bisnis, Fahrouq tidak takut kehilangan dana dari startup investor karena Ia dan rekan-rekannya di PrivyID telah mengalihkan fokus ke model bisnis yang baru. Baginya, fokus merupakan hal penting bagi sebuah perusahaan, terutama startup. Fahrouq kemudian membandingkan startup dengan bayi yang harus dirawat dengan baik-baik agar perkembangannya lancar. Untuk startup, Fahrouq menyatakan bahwa fokus mengembangkan produk adalah kunci utama untuk mengembangkan bisnis.

Dengan fokus pada pengembangan, pengusaha startup bisa menawarkan sebuah produk yang telah matang agar bisa digunakan para user yang pada akhirnya akan menumbuhkan kepercayaan user terhadap produk yang dihasilkan perusahaan dan perusahaan itu sendiri sebagai pengembang produknya. Bagi Fahrouq dan Privy ID, layanan digital signature dan translate identity merupakan core bisnis yang ingin mereka terus kembangkan. Hal ini dilakukan agar Privy ID sebagai sebuah perusahaan startup tidak mengalami perpecahan fokus ketika mengembangkan bermacam-macam produk yang berbeda namun hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga: Optimasi mesin pencari, amunisi andalan startup indonesia

Better kita susah-susah di depan untuk beresin produknya, berkorban untuk “nggak jualan” dulu, dan fokus untuk menyempurnakan produk tersebut. Ketika kita bisa menawarkan sebuah produk yang telah dikembangkan secara maksimal, saya rasa user akan tetap menghargainya, terlepas dari berbagai kekurangan yang mungkin masih dirasakan. Berbeda halnya jika kita melepas beberapa produk yang dikerjakan secara setengah-setengah,” ujar Fahrouq melanjutkan penjelasannya tentang pentingnya fokus bagi perusahaan startup.

Fokus merupakan kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, kehadiran mentor berpengalaman bisa membantu para pengusaha startup dalam mengembangkan produknya. Indigo sebagai startup incubator in Indonesia memiliki banyak mentor yang bisa kamu gali ilmunya demi perkembangan produkmu. Ayo matangkan idemu dan submit proposalmu untuk mengikuti berbagai program inkubasi dan akselerasi yang dijalankan Indigo!