Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang memberikan pengaruh positif bagi semua kalangan masyarakat. Tapi, masih banyak juga yang kesulitan mengikuti kemajuan teknologi informasi. Hal ini kemudian menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Kofera, sebuah perusahaan startup yang bergerak di bidang jasa otomasi marketing.

Sudah beroperasi sejak akhir 2015 namun baru launching pada Maret 2016, Anis Thoha Manshur, Vice President Business Development, dan kawan-kawan melihat kesempatan di dalam kesempitan. Sebagai bagian dari digital community Indonesia, Kofera membantu perusahaan-perusahaan yang ingin berkampanye secara digital. Menonjolkan learning machine sebagai andalan layanannya, Kofera berhasil menarik perhatian para startup investor. 

“Berangkat dari temuan dan pengalaman dalam mengelola campaign dalam skala besar di ecommerce, para co-founder merasa perlu mengembangkan sebuah platform yang dapat menjadi solusi untuk mengelola campaign,” ujar Anis. 

Hampir dua tahun menjalankan startup ini, Anis dan rekannya di Kofera merasa sudah melewati berbagai tantangan di digital community Indonesia. 

“Kami menjalankan sebuah produk bisnis yang tergolong membutuhkan skill tinggi dan mengombinasikan berbagai disiplin ilmu. Pada tahap awal kami fokus dalam mengembangkan produk dengan merekrut banyak engineer,” katanya. 

Selain itu, Kofera juga harus menyesuaikan diri dengan pasar atau model bisnis karena platform otomasi marketing yang mereka kembangkan menyasar berbagai skala bisnis, mulai dari UKM hingga korporasi besar di berbagai bidang usaha. 

Meski begitu, Anis merasa bangga karena Kofera bisa menjadi alternatif platform otomasi marketing cerdas berbasis maching learning. “Kami juga bangga karena bisa membantu perusahaan-perusahaan lain dalam mengelola kampanye marketing yang mereka miliki agar berjalan lebih efektif dan efisien,” kata Anis menjelaskan kelebihan Kofera. 

Menjelang tahun kedua sejak Kofera mulai beroperasi, Anis mengungkapkan bahwa mimpinya dan rekan-rekannya di Kofera tidak tanggung-tanggung. Kofera ingin menjadi perusahaan teknologi Indonesia no. 1 di Asia Tenggara yang menyediakan platform Software as a Service (SaaS) otomasi marketing yang ditenagai oleh machine learning. 

Untuk mencapai visinya itu, Kofera bergabung dengan Indigo, the best incubator in Indonesia. Selain mendapatkan bantuan dana untuk mengembangkan prototype, Indigo juga membuka kesempatan bisnis baru bagi Kofera melalui banyaknya network yang tersedia. 

Kofera sudah mendapatkan berbagai benefit dengan bergabung bersama Indigo. Startup buatanmu kapan?