Di Indonesia, peredaran barang palsu, khususnya di bidang fashion dan obat-obatan, bisa dilihat di mana-mana. Tanpa disadari, hadirnya barang-barang palsu tersebut merugikan banyak pihak. Mulai dari masyarakat pengguna produk palsu tersebut, hingga pemerintah yang kehilangan nilai pajak potensial yang luar biasa besar. Berniat melindungi semua pihak dari kehadiran barang palsu, Authentic Guards hadir sebagai solusi.

Authentic Guards merupakan salah satu startup binaan Indigo yang didirikan oleh Rian dan Muqsith. Startup ini berawal dari pengalaman pribadi Rian yang pernah terjun ke industri fashion sebagai pengusaha dan merasa sering dirugikan oleh hadirnya produk palsu di pasaran.

Baca juga: Indigo dan MAGIC Jalin Kerjasama Guna Bidik Pasar Global

“Ide membuat startup yang bisa melindungi perusahaan dari pemalsuan barang sudah ada sejak tahun 2014. Meskipun sudah cukup lama memikirkan usaha ini, saya tidak mampu menjalankannya sendiri. Barulah pada akhir 2016 saya bertemu dengan Muqsith dan sama-sama berkomitmen untuk mengembangkan ide ini,” ujar Rian menjelaskan awal mula berdirinya Authentic Guards pada April 2017 lalu.

Authentic Guards bekerja melindungi brand fashion dan obat-obatan dari pemalsuan barang dengan memanfaatkan teknologi QR Code, Algorithmic Code, dan NFC yang dipasang di setiap produk perusahaan yang telah bekerja sama. Para pelanggan dari perusahaan-perusahaan tersebut kemudian bisa men-scan kode unik yang trdapat pada produk yang dibeli melalui aplikasi Authentic Guards yang sudah tersedia di PlayStore. Setiap produk yang di-scan kemudian akan mendapatkan poin yang bisa digunakan untuk mengikuti promo yang diselenggarakan perusahaan rekanan Authentic Guards.

Masih seumur jagung, Rian dan Muqsith percaya diri mengikuti berbagai kompetisi startup. Bermodalkan produk inovatif dan tekad untuk terus berkembang, mereka berhasil meraih penghargaan di beberapa kompetisi startup.

“Berdasarkan latar belakang tim yang berpengalaman dan kondisi pasar yang memang membutuhkan solusi yang kami tawarkan, Authentic Guards percaya diri untuk mengikuti berbagai kompetisi startup. Kami pernah ikut kompetisi Echelon Asia di Singapura dan berhasil masuk Top 100 Startup Asia Pacific mewakili Indonesia. Di Bali, kami juga terpilih menjadi finalis di Global Venture Summit 2017,” kata Muqsith menceritakan pengalamannya.

Baca juga: Startup Asal Bali Membuat Kantong Plastik dari Pati Singkong

Setelah mengikuti berbagai kompetisi dan selalu menjadi finalis, Muqsith mengaku merasa semakin terpacu untuk terus mengembangkan produk berupa software as a service untuk kliennya. Salah satu caranya adalah dengan bergabung bersama Indigo, startup incubator in Indonesia. Dengan bergabung bersama Indigo, Authentic Guards berharap bisa mendapatkan tambahan network yang lebih luas dari Telkom Group yang kemudian bisa membantu mereka sebagai startup investor. Selain itu, berbagai ilmu yang didapatkan dari mentor-mentor Indigo juga diharapkan mampu membantu mereka memvalidasi bisnisnya yang berujung pada tambahan dana dari startup investor.

Ingin startup-mu mendapatkan berbagai manfaat dari Indigo? Gabung sekarang!