Di tengah maraknya kampanye stop penggunaan kantong plastik, sebuah startup asal Bali bernama Avani Eco berhasil membuat kantong plastik ramah lingkungan yang berbahan dasar tepung singkong. Startup ini menjadi terkenal setelah video yang diunggah oleh perusahaan ini mendunia melalui unggahan video di akun Facebook Al Jazeera English.

Tidak bisa dipungkiri, kantong plastik yang beredar pada umumnya saat ini sangat memudahkan manusia untuk membawa barang-barang. Namun, kantong plastik yang banyak beredar saat ini justru lebih banyak memiliki dampak negatifnya. 

Atas dasar keprihatinan tersebut, Kevin Kumala, Chief Green Officer Avani Eco, membuat kantong plastik 100% organik berbahan dasar pati singkong. Melalui video yang diunggah dalam situs Avanieco.com, Kevin membuktikan bahwa kantong plastik buatannya benar-benar aman untuk digunakan, bahkan untuk diminum. Dalam video tersebut ia menyobek kantong plastik yang ia buat dan melarutkannya dalam air hangat. Hasilnya mengejutkan, plastik tersebut benar-benar larut dalam air. 

Penggunaan pati singkong sebagai bahan dasar plastik memang bukan hal yang baru. Sebelumnya sebuah pabrik plastik di Tangerang juga telah memanfaatkan pati singkong sebagai campuran bahan dasar pembuatan plastik.  

Namun yang membuat menarik dari startup Avani Eco ini, selain membuat kantong plastik 100% organik, mereka juga membuat berbagai produk-produk untuk keperluan hotel dan restoran. Seperti kemasan makanan yang terbuat dari serat batang tebu, sedotan dari kertas, bahkan alat makan seperti sendok dan garpu dari kayu. Semua produknya dijamin ramah bagi manusia dan juga lingkungan, serta tentunya terbuat dari bahan non-plastik.