Berita bahagia kali ini datang dari pemerintah yang siap memberikan dukungan berupa dana bagi pelaku startup lokal di wilayah Indonesia. Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka menumbuhkan banyak perusahaan startup di tanah air. Dana ini berbeda dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN). Dana Universal Service Obligation atau biasa disingkat USO merupakan dana yang digunakan untuk memberi layanan telekomunikasi dan informasi kepada publik. Jadi dana ini berasal dari hasil kontribusi pelaku bisnis telekomunikasi yang menyumbang sebesar 1.25 % dari pendapatan usaha.

Sebenarnya, penggunaan dana USO selama ini dialirkan untuk membiayai pembangunan dasar telekomunikasi. Namun kali ini pemerintah ingin mengarahkan penggunaan dana USO tidak hanya untuk pembangunan dasar di bidang telekomunikasi saja, tetapi untuk sesuatu yang berkaitan dengan startup. Regulasi pemakaian dana USO untuk mendukung perkembangan startup lokal nusantara rencananya akan terbit pada Januari tahun depan dalam bentuk Peraturan Menteri.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa pelaku startup yang berhak mendapatkan dana dari pemerintah ini diharuskan berada di 122 kabupaten dan kotamadya dari seluruh Indonesia seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 131/2015. Pengalokasian dana USO untuk pengembangan startup lokal ini dikhususkan bagi wilayah yang masuk dalam kategori 3T. Wilayah tersebut merupakan daerah yang terdepan, terluar dan tertinggal seperti Aceh Singkil, Nias, Kupang, Lebak, Alor, Ketapang, Sorong, hingga kawasan Papua. Sayangnya wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya tidak masuk ke dalam kategori ini.

Dari fenomena pertumbuhan startup lokal yang terlihat makin hari kian berkembang, sebenarnya kejadian ini hanya berlangsung di beberapa titik yang umumnya merupakan kota besar. Alasan pemerintah membuat rencana yang sedemikian rupa tersebut tidak lain dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan teknologi digital pada kawasan-kawasan yang telah disebutkan di atas. Dengan dialokasikannya anggaran USO yang tiap tahunnya memiliki jumlah sebesar 2 triliun Rupiah tersebut pemerintah berharap dapat memaksimalkan pertumbuhan startup digital di Indonesia.