Dengan banyakanya regulasi di Indonesia yang bergerak lamban, beberapa perusahaan besar mulai berdesak-desakan untuk melampaui beberapa peraturan terkait pembiayaan. Salah satu cara tampaknya merupakan keinginan bagi startup Indonesia untuk mendapatkan akses sistem pembayaran berteknologi digital yang mereka butuhkan.

Go-Jek – yang telah menjadi pionir aplikasi transportasi online di Indonesia, telah mencapai kesepakatan dengan MVCommerce, sebuah perusahaan layanan pembayaran mobile PonselPay. Menurut pendiri terakhir perusahaan dan CEO Hendra Sutandinata, "Kami melakukan kesepakatan strategis dengan (Go-Jek) untuk menggabungkan kekuatan masing-masing. Kami mendukung upaya inklusi keuangan negara," katanya kepada Tech in Asia namun pihak Go-Jek menolak untuk memberi tanggapan. 

Keinginan bagi sebuah fintech startup untuk melakukan hal-hal tersebut, kemungkinan besar terkait dengan adanya sebuah isu mengenai lisensi bagi penggunaan layanan e-money. Banyak layanan payment gateway salah satunya seperti MVcommerce, memiliki hak untuk mengeluarkan uang elektronik yang disetujui oleh bank sentral, Bank Indonesia (BI). 

E-money seperti Paypal atau sistem M-PESA yang berlaku di Kenya, memang dapat dikombinasikan dengan pembayaran mobile, e-money adalah alat penting bagi setiap perusahaan yang menginginkan untuk memungkinkan penggunanya dengan mudah dan langsung membayar barang dan jasa secara online.