Mengusung konsep dalam bidang investasi, BukaLapak memberi terobosan baru dalam dunia marketplace di awal tahun 2017 ini. BukaLapak memperluas segmentasi bisnis mereka dengan menginisiasi terbentuknya BukaReksa yang merupakan sebuah layanan penyedia produk reksa dana bagi anggotanya untuk berinvestasi. Terobosan baru ini rencananya baru akan dirilis resmi pada minggu ke tiga di bulan Januari ini.

Untuk inisiatif baru ini, BukaLapak bekerja sama dengan portal keuangan Bareksa. Cara transaksinya pun mengadopsi pengalaman para pengguna (marketplace) ala Bukalapak, termasuk dengan menggunakan jenis akun yang sama. Namun, khusus untuk produk reksa dana ini, pengguna harus memasukkan informasi lebih mendetil dan perlu mendapatkan konfirmasi sebelum memulai transaksi. BukaReksa juga menjanjikan pengelolaan produk reksa dana oleh manajer investasi yang profesional dengan target pengembalian optimal.

Beberapa waktu lalu saat terobosan ini diusung, pihak BukaLapak belum dapat memberi informasi lebih terkait keabsahan BukaReksa ini. Namun kabar gembira pun datang, karena setelah diajukan kepada OJK, pihak OJK pun mengkonfirmasi bahwa BukaReksa memiliki aturan dan legalitas yang tidak menyalahi aturan. Seperti kebanyakan orang memahami, bahwa reksa dana memiliki tata regulasi yang cukup ketat dan terpantau.

Menurut pihak OJK, ini adalah terobosan yang luar biasa, dan selama ini BukaLapak memiliki rekam jejak yang tidak pernah melanggar legalitas. Penyataan bahwa BukaReksa ini sudah mendapatkan persetujuan OJK disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida.

“APRD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) bisa bekerja sama dengan gerai-gerai untuk memperpanjang tangannya. Untuk [Bareksa dan Bukalapak] ada aturan yang memperbolehkan gerai-gerai itu jadi penjual. Tapi kontrak dan tanggung jawab terhadap penjualan itu tetap di APRD,” terangnya.

Co-founder sekaligus Chairman dari Bareksa, Karaniya Dharmasaputra memastikan BukaReksa tidak menyalahi aturan yang diberlakukan oleh OJK. Platform BukaReksa tetap terhubung dengan engine Bareksa untuk proses know your customer (KYC) nasabah sebelum membeli produk reksa dana.

“Ini tidak melanggar aturan, kami sudah lapor ke OJK. Mereka dukung karena ini ‘kan juga bagian dari edukasi dan perluasan jalur pemasaran. Kami memang lebih memilih kolaborasi dengan perusahaan teknologi agar lebih pas dan cepat,” tuturnya.