Memiliki nilai penjualan dan jumlah penjualan yang tinggi tentunya menjadi harapan setiap perusahaan pada produk yang ditawarkannya. Biasanya, yang memiliki kewajiban ini adalah ujung tombak perusahaan yaitu pada kelompok pemasaaran atau tim marketing pada sebuah perusahaan.

Baca juga: Serba-Serbi Internet Marketing Yang Wajib Anda Ketahui

Tim marketing menjadi seperti penggerak perputaran produk bagi suatu perusahaan, karena produk harus sampai kepada konsumen dan bagaimana konsumen merasakan produk tersebut sebagai fungsi dari kebutuhannya. Untuk itu ada sedikit cara yang dapat dilakukan dalam upaya bermarketing untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Bagaimana sih caranya? Berikut ulasannya.

1. Upselling 

Melakukan upselling sama dengan memberikan penawaran kepada pelanggan dengan cukup efektif dan praktis. Alih-alih Anda menawarkan potongan harga yang ekstrim kepada pelanggan, pelanggan akan tetap membeli produk yang biasa-biasa saja, cobalah untuk menawarkan mereka produk yang memiliki value lebih walaupun harganya juga akan mengalami kenaikan.

Upselling ini tidak hanya untuk sebuah produk lama yang harus dihabiskan, namun bisa juga merupakan produk baru dan ingin pelanggan mencoba produk tersebut. Cara ini bisa dibilang merupakan cara menumbuhkan minat pembeli, dan memungkinkan pelanggan untuk kembali membeli produk-produk yang ditawarkan. Salah satu contoh melakukan upselling adalah, produk X merupakan produk sabun kecantikan, semua orang sudah mengetahui hal tersebut. Lalu tawarkanlah kepada pelanggan sebuah produk yaitu produk XY yang juga sabun kecantikan dengan aroma yang lebih disukai dan keharuman yang lebih tahan lama,walaupun harganya hanya sedikit lebih tinggi dari produk X biasa..

2. Direct Sales 

Penjualan langsung bisa dikatakan merupakan cara yang terbilang cukup mahal namun efektif. Menjual jasa atau produk melalui iklan di internet atau saluran televisi lokal bisa menjadi cara pemasaran yang cukup cepat karena dilihat oleh audience .Ketika pelanggan melihat produk yang mereka ingin beli, mereka akan menghubungi nomor kontak atau mengunjungi website penjualan untuk melakukan pembelian langsung mereka.

3. Update produk 

Disuatu toko, sangat terkenal sekali produk parfumnya. Semua lapisan masyarakat tahu bahwa toko tersebut menjual memiliki produk parfum yang kualitasnya patut diacungi jempol. Namun, seiring berjalannya waktu dengan tidak adanya varian parfum yang baru, masyarakat juga akan menjadi bosan dan penjualan mungkin saja menurun. Maka meng-update produk bisa menjadi alternatif yang cukup menarik, terutama bila saat sebuah produk baru dilaunching pihak penjual memberikan promo atau setidaknya penawaran menarik seperti beli 2 produk baru dapat potongan harga 5%. Penentuan harga dan potongannya juga jangan asal-asalan saja, tetap perlu menggunakan pertimbangan perolehan laba dan perkirakan atensi masyarakat.

4. Penjualan melalui internet 

Saat ini internet memang sangat memegang peran yang cukup krusial dalam hal menjangkau dan memberi notifikasi kepada masyarakat mengenai suatu produk atau informasi. Internet bisa membantu memasarkan produk dengan cara yang sangat mudah dan murah. Memanfaatkan sosial media atau marketplace online bisa membantu meningkatkan penjualan produk, apalagi layanan-layanan ini terbilang ekonomis dan mudah untuk digunakan. Bisa menghemat budget marketing kan?.

5. Ikut pameran atau expo 

Ketika sedang ada expo atau acara pameran yang cukup besar dan dibuka untuk umum bagi seluruh produk, jangan sampai tidak tergabung di dalamnya. Ini adalah kesempatan dimana setiap masyarakat akan datang dan produk dapat dikenal dengan lebih baik. Masyarakat yang menghadiri pameran juga bisa jadi merupakan pelanggan potensial di kemudian hari, maka alangkah baiknya bila produk siap untuk mengikuti sebuah pameran atau expo yang biasanya diadakan secara tahunan bila merupakan pameran dengan skala yang besar.

6. Membuat katalog penjualan

Membuat katalog penjualan juga merupakan cara pemasaran yang disarankan. Cara ini bisa digunakan baik dalam pemasaran fisik maupun pemasaran yang menggunakan media sosial atau situs blog. Katalog ini dapat berisi produk-produk baru atau berisi informasi produk-produk apa saja yang sedang ada discount. Dengan begitu, membuat masyarakat tahu dan sadar akan sebuah produk dan timbul niat untuk membeli dan mencoba produk tersebut.

7. Penjualan dalam paket 

Produk merupakan produk yang bisa dibeli dengan jumlah satuan. Dan biasanya harga per item mungkin berbeda. Namun dengan menjualnya dalam bentuk paket bisa menibulkan kesan bahwa produk tersebut jadi lebih valueable untuk dibeli oleh pelanggan. Penjualan dalam bentuk paket tidak akan merugikan, untuk itu sertailah dengan perhitungan yang baik agar tidak ada laba yang hilang. Hal ini tidak hanya berlaku untuk produk yang berupa barang karena produk jasa pun bisa menggunakannya dengan cara mengkombinasikan rangkaian layanan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.

Baca juga: Psikologi Warna yang Wajib Anda Ketahui untuk Marketing dan Branding Produk Anda

8. Berikan reward 

Ketika sudah memiliki pelanggan tetap atau bahkan konsumen potensial yang membeli produk dalam jumlah yang menguntungkan, tak ada salahnya memberi mereka reward dari pembeliannya. Tidak perlu reward yang besar, cukup sebuah penghargaan bagi konsumen. Misalnya saja produk yang ditawarkan adalah serangkaian produk perawatan wajah seperti sabun muka, pelembab, serum, krim malam, dan toner, ketika pelanggan telah membeli produk dengan jumlah dan nominal yang menguntungkan, tidak ada salahnya memberi mereka sedikit bonus seperti produk masker wajah sekali pakai, atau satu pack face paper. Reward seperti ini akan membuat pelanggan anda merasa dihargai dan menimbulkan kepercayaan pada produk dan merek yang ditawarkan.