Scaling bisnis merupakan mimpi bagi setiap pengusaha. Memimpin perusahaan menjadi lebih besar, dikenal lebih banyak orang, dan memiliki produk yang digunakan masyarakat luas tentu menjadi beberapa alasan utama seseorang untuk berbisnis. Scaling bisnis adalah satu-satunya cara untuk mencapai hal tersebut. Namun, hal tersebut tidak mudah dilakukan, baik oleh perusahaan besar apalagi startup Indonesia.

Baca juga: Mau Startupmu Menuju "The Next Level"? Terapkan 4 Cara Ini

Mengenai hal tersebut, Barclays PLC, perusahaan perbankan multinasional asal Inggris mengadakan sebuah studi berjudul “Scale-Up UK: Growing Businesses, Growing Our Economy”. Studi ini diselenggarakan untuk menganalisa perkembangan bisnis dan perekonomian di kawasan Britania Raya. Bekerja sama dengan dua universitas ternama, Cambridge dan Oxford, Barclays memiliki 6 rekomendasi untuk startup yang ingin melakukan scaling bisnis. Apa saja?

Baca juga: Belajar 4 Hal Tentang Esensi MVP Dalam Pengembangan Produk

Memiliki komitmen untuk tumbuh

Visi, niat, mimpi, dan keinginan untuk tumbuh pastinya dimiliki oleh setiap pebisnis. Sayangnya, satu hal penting yang bisa memastikan bahwa perusahaan tumbuh sesuai dengan visi yang dimiliki sering dilupakan: komitmen. Studi yang dilakukan Barclays menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang tidak memiliki ambisi dan komitmen untuk mengembangkan bisnisnya, padahal perusahaan yang dibangun masih dalam tahap awal.

Membangun jajaran manajemen dengan skillset yang lengkap

Founder dan Co-Founder saja tidak akan mampu untuk mengembangkan bisnis yang dijalankan. Para pemimpin perusahaan harus terlebih dahulu membangun jajaran manajemen yang ahli dalam berbagai bidang untuk membantu perusahaan melakukan scaling bisnis. Laporan Barclays menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan baru banyak merekrut orang yang memiliki latar belakang pendidikan administrasi bisnis untuk membantu menjalankan dan mengembangkan perusahaan. Meski begitu, Barclays menyebutkan bahwa orang yang memiliki latar belakang akuntansi, perbankan, dan eksekutif yang sudah berpengalaman juga bisa memberikan manfaat besar untuk perkembangan bisnis.

Berkolaborasi dengan berbagai pihak

Setelah memiliki tim yang kuat dan jajaran manajemen berpengalaman, para pengusaha harus meningkatkan kerjasama dengan orang-orang dan organisasi di luar perusahaannya. Hubungan yang baik harus dijalin dengan berbagai pihak seperti penyedia jasa layanan yang sering digunakan perusahaan, rekan bisnis dalam bidang sales, supplier barang, hingga para konsumen. Bentuk kolaborasi antara perusahaan dengan pihak luar bisa berbentuk banyak hal, seperti aliansi antar-perusahaan, hingga berdirinya satu bentuk usaha baru.

Menciptakan proses scaling yang terstandarisasi

Cara pikir orang Indonesia yang cenderung melihat keadaan sekitar untuk kemudian bergerak tidak bisa diterapkan dalam proses scaling bisnis. Fleksibilitas dalam proses pengembangan usaha justru bisa jadi musuh utama. Jika perusahaan startup ingin tumbuh, para petinggi perusahaan harus menerapkan proses yang terstandarisasi berulang. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berinvestasi pada kegiatan training.

Mengidentifikasi kelebihan utama dalam model bisnis yang dijalankan

Kehadiran orang baru dan kerjasama dengan pihak luar mungkin saja mengaburkan kelebihan utama dari bisnis yang dijalankan perusahaan. Maka dari itu, para pengusaha harus lebih dahulu mengidentifikasi kelebihan utama yang dimiliki perusahaan dan mengembangkan perusahaan berdasarkan kelebihan tersebut.

Mendengarkan konsumen

Berkaitan dengan poin sebelumnya, para pengusaha juga harus mendengarkan pendapat para konsumen mengenai produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Feedback konsumen mengenai kelebihan dan kekurangan produk atau jasa perusahaan kemudian bisa diselaraskan dengan analisa pengusaha mengenai kelebihan perusahaannya. Hal ini penting karena studi yang dilakukan Barclays menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang tidak mengindahkan pandangan konsumen terhadap produknya.

Satu hal yang unik dalam scaling bisnis adalah kaitannya dengan startup investor. Kedua hal tersebut saling berkaitan satu sama lain karena perusahaan butuh investor terlebih dahulu agar bisa melakukan scaling bisnis, padahal scaling bisnis juga bisa bertujuan untuk menarik perhatian venture capital Indonesia. Indigo siap membantu pengusaha startup Indonesia dalam dua hal ini. Melalui program inkubasi dan akselerasi yang dimiliki, Indigo mampu membantu para pengusaha untuk melakukan scaling bisnis dan memperkenalkan calon investor baru kepada perusahaannya. Untuk info lebih lanjut, kunjungi Indigo.id dan follow media sosial Indigo.