Menjalankan sistem kerja remote memang masih terbilang cukup kurang familiar di Negara Indonesia ini. Sistem kerja yang diterapkan umumnya masih bersistem office hour. Mungkin cukup sulit menjelaskan kepada orang awam bagaimana sesungguhnya sistem bekerja secara remote, masyarakat mungkin umum dengan istilah freelance dan mungkin sistem kerja freelance ini bisa dibilang mirip dengan remote.

Bekerja remote memang bekerja secara tim dan mengandalkan jaringan internet dan beberapa alat komunikasi berbasis teknologi. Jika kondisi tim memungkinkan untuk menjalankan best practice, beberapa tool ini bisa digunakan.

Planescope. Ini adalah time tracker + bug tracker + alat perencanaan proyek yang bisa mengirimkan email harian pada para klien saat sedang proyek sedang dikerjakan. Para klien bisa melihat kondisi proyek, terutama dari sisi progres dan anggaran. Aplikasi yang sangat bagus untuk proyek skala 1-4 developer per bulan.

Trajectory merupakan bug tracker untuk tim kecil dengan fokus pada perencanaan dan pembagian proyek menjadi potongan kerja mingguan sampai kisaran dua mingguan. Aplikasi ini bisa menunjukkan sejauh mana progres yang sudah dicapai dalam satu iterasi, serta berapa banyak iterasi yang dibutuhkan sampai seluruh pekerjaan selesai. Sangat cocok untuk proyek berskala 2-12 developer per bulan.

Pivotal Tracker adalah juga merupakan bug tracker untuk klien yang fokus pada metodologi Agile. Aplikasi ini bagus bila melakukan iterasi Agile secara formal, atau mengerjakan proyek dengan skala developer per tahun.

FlowDock merupakan aplikasi tools untuk chatting. FlowDock menawarkan beberapa kelebihan dibanding IRC biasa atau Skype. Di samping integrasi dengan berbagai layanan populer (GitHub, Trello, dsb), penggunanya juga bisa memberi tag pada pembicaraan untuk dijadikan referensi sewaktu-waktu. FlowDock juga memiliki fitur update status otomatis yang terpisah dari chat utama.

Campfire juga merupakan salah satrtu tools aplikasi untuk chatting dalam suatu kelompok kerja