Adakah sebagian dari pembaca yang ingin berkarir sebagai seorang data scientist? Atau berniat untuk melamar pekerjaan sebagai data scientist? Tentunya ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian dalam memenuhi syarat untuk menjadi data scientist, apa saja kah kriteria yang bisa menjadi pertimbangan tersebut?

Baca Juga : 3 Tips Ini Bantu Antisipasi Pertumbuhan Startup

1.Perhatikan CV

Dalam penulisan CV, tentu saja kandidat pelamar mencantumkan bagian pendidikan yang berisi riwayat pendidikan. CV seorang data scientist dengan latar belakang pendidikan yang terkuat ada di jurusan matematis. Begitu banyak sembarang orang mengaku sebagai data scientist asal bisa menggunakan machine learning untuk membangun produk. Sejatinya, seorang Data scientist adalah yang memahami detail teknis di balik algoritme machine learning, dan memahami pemilihan suatu algoritme ketimbang lainnya.

2.Tunjukan Pengalaman

Data science merupakan kegiatan riset, di mana selalu berhadapan dengan masalah yang solusinya tidak kentara dan keberhasilannya tidak terjamin. Bila tidak demikian, namanya bukan data science sungguhan. Untuk itu, tunjukan pengalaman sebagai pelaku riset dan riset independen apa yang sudah pernah dikerjakan.

3.Memiliki Kemampuan Programing

Kriteria kemampuan bahasa pemrograman yang dicari manajer adalah pengalaman dengan minimal satu bahasa dengan tipe masing-masing sebagai berikut: Bahasa tingkat tinggi untuk rapid prototyping, seperti Python atau R, Bahasa tingkat rendah untuk deployment, misalnya Java, C++, C#, dan lain-lain, Bahasa scalable/big data seperti Scala atau Spark.

Baca Juga: Mau Kuliah di Bidang Video Game? Intip 8 Perguruan Tinggi Ini

4.Pengalaman dalam Kepemimpinan

Untuk jabatan data scientist yang lebih senior, kandidat dengan pengalaman coaching, mentoring, dan line management akan lebih memiliki pertimbangan. Jika kandidat berpengalaman dalam level senior, perlulah pengalaman ini diikutsertakan dalam kolom pengalaman kerja. Kandidat perlu memberi detail tentang berapa banyak data scientist yang telah dikerjakan, berapa lama, serta kemampuan apa saja yang telah dilatih atau dibimbing. Mencantumkan kursus pelatihan manajemen formal, coaching, dan mentoring yang pernah diikuti juga bisa menjadi penilaian lebih.

5.Dampak kepada Kenyataan

Beberapa kandidat pelamar data scientist, biasanya tidak mencantumkan hasil kerja berupa dampak nyata dalam pengalamannya. Dampak nyata dari pengalamannya bekerja terutama untuk bidang ini, dapat dinyatakan sebagai indikator ROI atau return on investment.

6.Kemampuan Teknis

Kemampuan teknis yang luas dan dalam juga menjadi pertimbangan. Definisi luas dalam hal ini adalah ditujukan kepada pola permasalahan yang dinilai cukup kompleks yang pernah dikerjakan, misalkan permasalahan soal prediksi, pengoptimalan, simulasi, dan lain-lain. Namun ini jarang sekali ada yang memcantumkannya dalam CV. Maka ada contoh baik untuk mencantumkan pengalamn terkait kinerja teknis, misalkan kandidat mencantumkan algoritme atau library yang pernah ia sumbangkan dalam proyek open-source. Memprogram algoritme seperti ini tidak hanya butuh kemampuan coding, tapi juga pengetahuan mendalam tentang cara kerja library itu sendiri.

7.Tools and Process

Selain pengalaman dalam bekerja, pengalaman dalam mengoprasikan tools juga akan menjadi pertimbangan. Seorang yang bisa dianggap cukup layak menjadi data scientist, mungkin memiliki pengalaman dalam pengoperasian beberapa perangkat lunak seperti framework (Scrum, Kanban, dsb) serta tools (JIRA, Assembla, dsb).

8.Open Minded

Memiliki pola pikir terbuka dan komitmen untuk mau terus belajar adalah hal yang krusial, terutama untuk seorang data scientist, karena bidang ini berjalan secara dinamis. Maka apabila mengikuti workshop, training atau seminar, cantumkan hal tersebut dalam CV berikut tahunnya. Ini akan menjadi pertimbangan yang cukup membantu.

9.Keterampilan

Keterampilan atau softskill menjadi salah satu kriteria penting bagi pelamar data scientist. Soft skill yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah manajemen stake holder, kemampuan memengaruhi manajer senior, dan kemampuan presentasi untuk audiens bisnis atau nonteknis. Soft skill juga menjadi pertimbangan apabila kandidat mencantumkannya di dalam CV.