Jumat (13/03) pekan silam, Manajemen Indigo mendampingi Bapak Asli Brahmana (OVP Group of Digital Strategy Direktorat Digital Business PT Telkom Indonesia) dalam melakukan kunjungan ke kantor pusat PT Privy Identitas Digital atau yang lebih dikenal dengan nama Privy ID yang berdomisili di Jogja.

Mewakili Manajemen Indigo ada Bapak Dinoor Susatijo (Senior Manager Open Innovation Management), Ibu Debora Komba, IR. MT. (Manager Open Innovation Planning & Discovery), Bapak Johanes Adi Purnama Putra (Manager Open Innovation Incubation Management), dan Bapak Dang Kartiwa (Off 1 Discovery Planning) yang berada di kantor Privy ID sekitar tiga jam tersebut.

Baca juga: [LIPUTAN] Sharing Session Pertama dengan Deep Tech Foundation Membahas How to Create MVP for Your Ideas

Privy ID sendiri merupakan startup binaan Indigo batch-1 tahun 2015 yang menjadi satu-satunya entitas penyedia tanda tangan digital yang diakui Bank Indonesia sebagai sistem penunjang teknologi finansial.

Privy ID yang April tahun silam meraih penghargaan kategori Inovasi Terbaik di Bidang Teknologi Regulasi (RegTech) pada ajang Indonesia Innovation Award 2019 ini memiliki dua kantor yaitu di Jogja dengan jumlah tim sekitar 160 orang yang terdiri atas tim UI/UX Design, System Architect, Programmer, Verifikator, dan Customer Service; sementara di Jakarta dengan personil sebanyak 40 orang yang terdiri atas tim Sales, Marketing, Finance, dan Accounting.

Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kantor pusat Privy ID lebih disebabkan talent pool Information Technology (IT)-nya terhitung banyak dan secara kebetulan Co-Founder & CTO Privy ID yaitu Guritno Adi Saputra yang menyambut rombongan dalam kunjungan kali ini juga lulusan kampus di Kota Gudeg tersebut tepatnya di Institut Sains & Teknologi AKPRIND.

Pada akhir Januari 2018, Privy ID dianggap langka di Indonesia karena menjadi startup pertama di Republik ini yang lolos audit ISO 27001 dengan memperoleh sertifikat ISO/IEC 27001:2013 dimana biasanya hanya perusahaan besar dan perusahaan asing yang berhasil mendapatkannya seperti XL Axiata, OnlinePajak dari Ditjen Pajak, dan Google for Business dari Google.

Privy ID pada saat itu dianggap langka dan istimewa karena meskipun baru berdiri pada tahun 2016 namun sudah lolos meraih ISO/IEC 27001:2013 dimana kebanyakan startup lain umumnya pada dua tahun pendiriannya masih fokus pada ekspansi bisnis dan pemasaran.

Sementara Privy ID justru sudah fokus membenahi sistem keamanan dan kerahasiaan data penggunanya yang membuat mereka layak memperoleh sertifikat ISO/IEC 27001:2013 sebagai standar keamanan informasi yang diluncurkan September 2013 oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Elecrotechnical Commission (IEC).

Besar harapannya kisah sukses Privy ID ini menjadi inspirasi bagi startup binaan Indigo lainnya untuk terus meningkatkan performa bisnisnya.