Memasuki era revolusi industri 4.0 semakin banyak institusi yang beralih dan memperluas layanan mereka secara online. Ditambah dengan keberadaan smartphone yang mempermudah serta meningkatkan konektivitas, membuat keterbukaan dan pertukaran data antar pengguna menjadi semakin cepat.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan yaitu perkembangan kejahatan siber (cyber crime) yang semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan seringnya terjadi serangan terhadap sistem dan server di dunia khususnya di Indonesia.

Kasus kejahatan di dunia siber berbeda dengan kasus kejahatan di dunia nyata. Kejahatan yang dilakukan bersifat maya ini tidak bisa dilihat dan dipegang, sehingga proses investigasi terhadap kejahatan pun membutuhkan orang-orang khusus yang memiliki pengetahuan lebih mengenai keamanan siber (cyber security).