Pada Senin (24/02) malam Indigo Creative Nation telah menyelenggarakan workshop yang bekerja sama dengan komunitas #Startuplokal dengan topik “Basic Data Science for Startups” yang dipandu langsung oleh Nayoko Wicaksono selaku Managing Director & Co-Founder Algoritma.


Algoritma sendiri merupakan lembaga pelatihan yang beroperasi sejak Juli 2017 dengan memberikan pelatihan data science disertai contoh dan aplikasi yang sebenarnya di dunia kerja.


Nayoko yang pernah menjabat sebagai Accelerator Director dari Plug and Play Indonesia (2016 - 2017) ini mengawali workshop-nya dengan data bahwa dua dari sepuluh pekerjaan teratas pada tahun 2022 mendatang didominasi oleh bidang Data Science yaitu “Data Analysts and Scientist” (ranking ke-1) dan “Artificial Intelligence (AI) and Machine Learning Specialist” (ranking ke-2).

Baca juga: [FLASH NEWS] Indigo Game Startup Incubation: Langkah Awal Telkom Memajukan Industri Game Indonesia

Data yang dilansir dalam “Future of Jobs Report 2018” oleh World Economic Forum ini menguatkan betapa profesi terkait Data Science akan menjadi primadona apalagi Data Science juga sanggup menambah value suatu bisnis antara lain dalam hal: 

(1)  Mendorong manajemen dan para pegawai untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

(2)     Merekrut talenta yang tepat untuk suatu organisasi.

(3)     Mengembangkan kultur kerja yang lebih baik apalagi semenjak pengambilan keputusan bukan hanya mengandalkan lembaga melainkan juga ditopang oleh bukti berupa data.

(4)  Mengidentifikasi kesempatan dan risiko bisnis mendatang melalui visualisasi data dan prakiraan yang lebih akurat.

(5)     Menguji dan mengukur suatu keputusan bisnis.


Kebutuhan Data Science ini semakin meningkat seiring dengan evolusi data dari yang semula hanya berupa “Small Data” hingga kini menjadi “Big Data” yang berasal dari berbagai sumber baik itu penggunaan media sosial serta berbagai aplikasi mobile, pemanfaatan internet, dan lainnya.


Keberadaan “Big Data” ini pula yang membuat kita perlu menggunakan metode dan alat bantu yang baru dalam memproses data dimana Excel tidak cukup lagi, melainkan juga perlu menggunakan alat bantu lebih canggih secara teknologi seperti R, Python, dan Neo4i sehingga pengolahan “Big Data” tadi bisa menghasilkan saripati berupa wawasan (insight) berharga yang bisa menjawab pertanyaan bisnis yang tepat.


Data Science sendiri merupakan sebuah terminologi untuk proses memformulasikan sebuah pertanyaan kuantitatif yang bisa terjawab oleh data. Data Science hanya berguna ketika data tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan nyata tertentu yang bisa bermanfaat bagi lembaga kita. Sebagai contoh pernyataan kuantitatif yang dimaksud, yaitu: Berapakah jumlah pengunjung website e-commerce XYZ di akhir pekan setiap awal bulannya?