Mematangkan model bisnis demi memberikan solusi berbasis digital bagi permasalahan di masyarakat merupakan hal yang harus dilakukan para pengusaha startup Indonesia. Model bisnis yang sudah tervalidasi tentunya bisa mendatangkan lebih banyak startup investor yang bisa berujung pada pengembangan bisnis. Yang perlu diperhatikan adalah, dengan berkembangnya bisnis, kamu akan membutuhkan lebih banyak rekan kerja atau karyawan yang bisa membantumu menjalankan bisnis dengan baik. Dengan kata lain, karyawan adalah salah satu faktor utama dalam lancarnya kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, kebahagiaan karyawan harus dijaga agar mereka bisa bekerja secara optimal dan bisnis bisa semakin berkembang.

Riset yang dilakukan oleh Gallup terhadap 196.000 karyawan di Amerika menunjukkan bahwa 51% pegawai di Amerika kurang berinteraksi di tempat kerja, baik dengan rekan kerja maupun dengan atasan. Padahal, interaksi para pegawai di tempat kerja berhubungan secara langsung dengan tingkat kebahagiaan mereka ketika bekerja. Jika karyawan tidak bekerja dengan bahagia, bisa dipastikan bahwa hasil kerja mereka tidak akan optimal.

Baca Juga : Ini Dia 6 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Pengusaha Startup Indonesia!

Lalu, bagaimana cara menghitung tingkat kebahagiaan karyawan?

Kevin King, dalam tulisannya di getbambu.com, menyatakan bahwa tingkat kebahagiaan karyawan bisa diukur melalui 8 pertanyaan sederhana. Para karyawan kemudian diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan skor 1-10, 1 untuk respons paling negatif dan 10 untuk respons paling positif.

Apa aja sih pertanyaannya?

  1. Apakah Anda melihat kesempatan untuk mengembangkan karier Anda di perusahaan ini?
  2. Apakah Anda memahami Visi dan Misi perusahaan?
  3. Apakah Anda merasa nyaman saat menyampaikan ide-ide Anda?
  4. Bagaimana Anda mendeskripsikan budaya di perusahaan ini?
  5. Apakah Anda mampu menyeimbangkan kehidupan sehari-hari dan kehidupan kerja?
  6. Apakah Anda memiliki hubungan kerja yang positif dengan rekan kerja Anda?
  7. Menurut Anda, bagaimana hubungan Anda dengan para atasan?
  8. Menurut Anda, apakah perusahaan ini transparan?

Baca Juga : Avenger of the Week: Kofera, Realisasi Semangat Inovasi di Digital Community Indonesia.

Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu sebagai pemilik perusahaan kemudian bisa memetakan kekurangan perusahaan terhadap karyawan. Berbagai perubahan bisa dilakukan demi mengakomodasi kebahagiaan karyawan. Dengan memberikan fasilitas yang lebih baik kepada karyawan, kamu bisa :

  1. Mengurangi risiko perginya karyawan ke perusahaan lain.
  2. Menghasilkan inovasi di lingkungan kerja.
  3. Meningkatkan produktivitas karyawan, yang berujung pada produktivitas perusahaan.
  4. Budaya kerja perusahaan yang lebih baik.

Jika kamu ingin belajar memberikan yang terbaik untuk para karyawanmu, mentor-mentor di Indigo siap membantumu. Pengalaman mereka yang telah lama memimpin perusahaan tentunya bisa kamu manfaatkan di perusahaanmu sendiri. Selain itu, kamu juga tentunya bisa belajar untuk mematangkan model bisnis, memperluas network, dan mendapatkan bantuan dana dari program inkubasi dan akselerasi yang dijalankan Indigo. Untuk info lebih lanjut mengenai Indigo, stay tuned di Indigo.id ya!