Kucuran dana luar biasa besar yang dialirkan Jack Ma selaku Founder Alibaba kepada Tokopedia masih terasa seperti mimpi. Wajar. Nilai yang diterima Tokopedia dari Alibaba jumlahnya tidak kurang dari Rp14 triliun. William Tanuwijaya sebagai CEO dan Co-Founder Tokopedia menyatakan bahwa ia menganggap Alibaba sebagai guru dan role model di bidang e-commerce.

“Hari ini kami menyambut baik Alibaba sebagai salah satu pemegang saham di Tokopedia dan kami percaya bahwa kemitraan ini akan mempercepat terwujudnya misi kami dalam menggerakkan pemerataan ekonomi secara digital," kata William dalam menyambut suntikan dana dari Alibaba pada 17 Agustus lalu.

Mewakili Alibaba, Daniel Zhang sebagai CEO Alibaba Group menyatakan bahwa, "Alibaba Group dan Tokopedia memiliki kesamaan visi dalam membantu UMKM dalam kesuksesan usahanya dan kami sangat senang dapat bekerja sama bersama Tokopedia untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia."

Baca Juga : A/B Testing: Karena Situs Web adalah Etalase Zaman Digital

Setelah membeli Lazada, berinvestasi dalam jumlah besar kepada Tokopedia, dan kerjasama dengan grup Emtek, kini Jack Ma diangkat sebagai penasihat e-commerce Indonesia oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Dalam kunjungannya ke Beijing, Tiongkok, 22 Agustus lalu, Menkominfo ditemani Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menyempatkan diri untuk bertemu Jack Ma dan VP Alibaba, Angel Zhao.

Dikutip dari detikINET, kunjungan Menkominfo ke Beijing bertujuan untuk, “Menindaklanjuti dikeluarkannya PerPres Peta Jalan e-Commerce. Secara resmi menyampaikan undangan secara kepada Jack Ma untuk menjadi sebagai salah satu penasehat kepada Steering Committe dari inisiatif-inisiatif pada Peta Jalan e-Commerce yang diketuai Menko Perekonomian.”

Undangan pemerintah Indonesia kepada Jack Ma untuk menjadi penasihat e-commerce Indonesia sebenarnya sudah disampaikan sejak akhir tahun lalu. Namun, saat itu Jack Ma lebih memilih untuk menjadi penasihat e-commerce untuk Malaysia. Lalu, kenapa Jack Ma akhirnya bersedia memenuhi undangan pemerintah Indonesia?

"Saya datang bukan sebagai perusahaan Tiongkok, namun akan memberi nilai tambah dengan memberikan akses e-Commerce bagi UMKM & masyarakat suburb maupun pedesaan di dunia, khususnya negara berkembang," katanya.

Baca Juga : Payfazz: Belajar dari Pengalaman untuk Mengembangkan Digital Community Indonesia

Semoga “nilai tambah” yang dimaksud Jack Ma bisa dirasakan juga oleh digital community Indonesia. Indigo sebagai the best incubator in Indonesia berharap bahwa peran Jack Ma sebagai penasihat e-commerce Indonesia tidak hanya bermanfaat untuk perusahaan-perusahaan besar saja. Saran, kritik, panduan, dan masukan lainnya dari pria kelahiran tahun 1964 itu diharapkan bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membangun industri startup Indonesia. Dengan begitu, pemerataan ekonomi yang digembor-gemborkan pemerintah bisa lebih cepat tercapai.

Melalui berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Indigo untuk para startup, Indigo siap membantu pemerintah merealisasikan hal tersebut. Untuk kamu yang punya ide menarik untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat, manfaatkan momen ini untuk lebih serius mewujudkan ide tersebut menjadi model bisnis yang bisa diterima masyarakat. Kunjungi indigo.id untuk melihat apa saja yang bisa kami lakukan untuk membantumu menghadirkan solusi bagi permasalahan negeri.