Sebuah bisnis yang akan berkembang tidak hanya membutuhkan tenaga dan tokoh pencetus besar dibaliknya. Hal yang terpenting dalam menjalankannya adalah dukungan materal yang mampu menjaga keberlangsungan usia bisnis tersebut. Beberapa bisnis di pasar Indonesia ini mengalami kemunduran dan akhirnya gugur dalam proses perkembangannya. Dalam dunia bisnis, dikenal istilah investor yang mampu memberi bantuan dana untuk perkembangan sebuah bisnis. Jalinan yang dirajut antara bisnis dan investor akan berlangsung langgeng jika dalam hubungan ini terjalin sebuah simbiosis mutualisme. Lalu, bagaimana pandangan investor terhadap beberapa startup di Indonesia yang gugur dalam berkembangannya? Berikut ini ulasan seorang Aldi Adrian sebagai Associate dari sebuah venture capital yang berbasis di Amerika, Fenox Venture Capital.

Fenox Venture Capital adalah sebuah venture capital bertaraf internasional yang sudah melebarkan sayap untuk mendanai bisnis dan startup di berbagai negara. Saat ini, Indonesia menjadi bagian dari negara yang ikut didanai untuk beberapa startup yang sedang berkembang. Aldi menuturkan latar belakang Fenox sendiri memilih pasar startup Indonesia karena, Fenox memang memiliki tujuan untuk menjadi sebuah global investor. Setelah mendanai kurang lebih delapan negara, Fenox melihat bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah Asia Tenggara juga sedang cukup berkembang, patokannya bukan lagi hanya wilayah barat. Di Indonesia sendiri dirasa sudah memiliki unsur-unsur yang dibutuhkan dalam hal stabilitas ekonomi. Perkembangan ekonominya sangat nampak sekali dan cukup berpengaruh bagi sebuah bisnis untuk dapat berproses dan membuahkan hasil. Aldi juga menuturkan bahwa Fenox melihat Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi.

Sebagai investor global, tentunya Fenox memiliki kriteria bagi sebuah startup untuk didanai, Aldi pun membenarkan hal itu. Menurutnya, kriteria startup yang didanai oleh Fenox sendiri dilihat dari survei yang dilakukan. Fenox akan melihat maturity dari startup tersebut. Diawali dengan melihat perkembangan yang teknologi di negara yang akan di berikan investasi, sejauh mana negara tersebut menyerap kemajuan teknologi yang mendukung sebuah perkembangan bisnis. Lalu selanjutnya, mengenai kesiapan sumber daya manusia yang pastinya akan menangani bisnis tersebut, bagaimana kemampuan problem solving-nya, dan kinerjanya dalam mempersiapkan inovasi. Namun sejauh ini, Fenox mendanai startup atau e-commerce yang telah memiliki pengalaman operasional tertentu.

Perihal perkembangan fluktuatif startup yang ada di Indonesia, Fenox memiliki pandangan tersendiri terkait beberapa startup yang gugur dalam proses perkembangannya. Aldi menanggapi hal ini, sebagai sebuah persoalan sistem. Sebelum melakukan invested kepada sebuah bisnis atau perusahaan, Fenox akan melalukan analisis dan review terkait perusahaan yang akan didanai tersebut. Kebanyakan investor atau venture capital lain melakukan invest yang terkesan “asal-asalan” karena sudah mengekspektasi bahwa bisnis tersebut akan memberikan keuntungan kembali. Aldi menyampaikan bahwa Fenox akan mendanai sebuah bisnis dan menjamin bahwa bisnis tersebut tidak akan mati. Sejauh ini Fenox memang tidak mendanai sebuah startup yang baru berbentuk ide, namun startup tersebut setidaknya sudah mempunyai produk dan sedikitnya sudah berjalan tiga bulan, sehingga dari hal itu akan terlihat bagaimana startup tersebut akan memiliki prospek yang menjanjikan. Aldi menuturkan bahwa bisnis model yang diusung oleh sebuah startup juga mempengaruhi usia kelangsungan startup tersebut. Fenox melihat hal ini sebagai cara untuk mengindentifikasi apakah usaha tersebut akan memiliki kelanggengan atau hanya akan bertahan beberapa waktu saja, karena ada beberapa usaha di Indonesia yang hanya melakukan copy-paste dengan bisnis model yang sudah berjalan di negara lain lalu memiliki prediksi bahwa bisnis model tersebut dirasa fit-in untuk dijalankan di Indonesia, mungkin beberapa berhasil dalam perjalanannya. Namun ada pula yang pada akhirnya hal tersebut tidak berlangsung lama, karena masih belum cocok diterapkan bagi pasar Indonesia.

Sebagai Associate Fenox Venture Capital, Aldi juga menceritakan pengalaman Fenox terkait startup yang gugur dalam perkembangannya. Untuk wilayah regional Indonesia sendiri, beberapa segmen yang Fenox danai belum pernah ada yang gugur. Namun di awal perjalanan operasional Fenox dalam memberikan investasi, di wilayah Amerika pernah terjadi gugurnya suatu bisnis terkait dengan operasional dan sistemnya. Hal inilah yang dijadikan pelajaran bagi Fenox untuk lebih teliti dan mempelajari lebih lanjut sebuah bisnis sebelum melakukan investasi.

Bisnis yang berintegritas dan mature menjadi salah satu kriteria Fenox dalam memberikan bantuan untuk perkembangan suatu bisnis. Menurut Aldi, sebuah bisnis yang mature dimiliki oleh tokoh-tokoh yang berintegritas dan bisa dipercaya. Khususnya untuk Indonesia sendiri, kultur seperti ini masih sedikit ditemukan. Fenox akan lebih mengutamakan memberikan bantuan investasi bagi sebuah bisnis yang sudah dilihatnya sejak awal saat melakukannya analisis terhadap perusahan tersebut. Tidak hanya memberikan bantuan investasi terhadap sebuah bisnis, Fenox juga membantu sebuah bisnis untuk menentukan kesiapannya untuk berkembang.