Di artikel sebelumnya, saya telah menjelaskan tentang berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan apabila bergabung dengan sebuah inkubator atau akselerator. Kamu juga telah bisa mengetahui perbedaan antara program inkubator dan akselerator, sehingga kamu bisa menentukan program seperti apa yang lebih tepat untuk startup kamu.

Setelah itu, biasanya akan muncul pertanyaan selanjutnya. Dari sekian banyak program inkubator dan akselerator yang ada di Indonesia, mana yang harus saya pilih?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun berusaha mengulas setiap inkubator dan akselerator startup yang ada di tanah air, mulai dari latar belakang, karakter, dan startup mana saja yang pernah bergabung dengan program-program tersebut.

Namun untuk beberapa program yang jarang mempublikasikan atau tidak menampilkan secara detail nama para peserta program di situs resmi mereka, saya pun tidak bisa menyebutkan nama peserta mereka satu persatu.

INKUBATOR STARTUP

Indigo Incubator


Indigo Incubator adalah program inkubasi startup yang didirikan oleh Telkom sejak tahun 2013. Indigo membuka dua gelombang pendaftaran setiap tahunnya. Para startup yang bergabung akan mengikuti program bimbingan selama sekitar enam bulan.

Karena didirikan oleh Telkom, maka Indigo akan mencari startup yang bisa berkolaborasi dengan berbagai lini bisnis perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut. Sebagai informasi, mereka saat ini mempunyai bisnis di berbagai bidang, mulai dari infrastruktur telekomunikasi, layanan seluler, layanan internet, hiburan, asuransi, hingga periklanan.

Beberapa startup yang bergabung dengan Indigo Incubator: Kofera, Sonar, Kartoo, Minutes Apps, dan Goers.

IDX Incubator