Berkecimpung di dunia teknologi yang sangat mementingkan presisi dan akurasi, berbagai macam metrik digunakan untuk menyatakan keberhasilan sebuah startup. Angka-angka berupa DAU, MAU, page view, jumlah download, dan berbagai macam metrik lainnya merupakan angka keramat bagi startup Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi. Tapi, dari berbagai macam standar ukuran keberhasilan sebuah startup, apa sih yang paling penting?

Baca juga: Para Pengusaha Startup Indonesia Harus Memanfaatkan Media Sosial dengan Baik dan Benar

Dalam persaingan ketat untuk merebut hari para startup investor, para pengusaha startup harus berlomba-lomba mendapatkan core user atau orang yang menggunakan produk atau jasa secara regular. Core user menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan itu benar-benar berpengaruh, memberikan nilai lebih untuk kehidupan sehari-hari. Bukankah itu tujuan utama mendirikan sebuah perusahaan startup?

Core user sangat penting karena mereka adalah patokan seberapa bermanfaatnya produk yang dirilis sebuah perusahaan startup bagi kehidupan mereka. Mereka merupakan salah satu poin yang harus kamu perhatikan untuk mendapatkan venture capital Indonesia. Terlepas dari adanya diskon, promosi, endorsement dari artis ternama yang berikan oleh produk atau perusahaan lain, core user tetap memilih suatu produk karena mereka telah merasakan kelebihan dan manfaat dari produk tersebut. Tidak sekadar memenuhi kebutuhan, mereka juga puas atas produk yang mereka gunakan dan merekomendasikan produk tersebut kepada rekan atau kerabatnya. Lebih banyak core user, para startup investor juga pasti akan mengantre untuk membiayai startup rintisanmu!

Lalu, apa yang dilakukan agar perusahaan startup-mu mendapatkan lebih banyak core user?

Pada dasarnya, kamu harus memahami target pasar yang akan menjadi core user-mu. Setelah itu, baru ikuti rumus berikut:

1. Purpose (tujuan)

2. Core Action (aksi inti)

3. Cycle (jangka waktu)

Ketiga hal tersebut adalah tiga parameter utama untuk mendapatkan atau menambah jumlah core user. Purpose artinya produk yang kamu ciptakan harus bisa memenuhi kebutuhan para calon core user. Dengan begitu, mereka punya tujuan yang ingin dicapai, yang kemudian akhirnya tercapai, dengan menggunakan produk yang kamu kembangkan.

Core action membahas mengenai kegiatan inti yang mereka lakukan dengan produkmu. Apakah mereka benar-benar memanfaatkan fitur-fitur utama yang ada dalam produkmu? Jika mereka hanya menggunakan sebagian atau hanya sesekali saja menggunakan fitur utama produkmu, mereka tidak bisa digolongkan ke dalam core user.

Baca juga: Tentukan 6 Hal ini Sebelum Terjun ke Dunia Startup Indonesia!

Terakhir, cycle. Poin ini berfokus pada durasi waktu dan jumlah penggunaan produk startup. Hal ini tentunya berhubungan denga produk itu sendiri. Jika sebuah produk bisa digunakan dalam waktu 5-10 menit, 2-3 kali sehari, maka core user adalah orang-orang yang memenuhi batasan-batasan tersebut.

Sudah tahu apa yang paling penting dalam mengukur keberhasilan sebuah startup? Yuk pikirkan matang-matang purpose, core action, dan cycle yang akan kamu tetapkan pada produkmu!