WeChat menjadi aplikasi chatting yang cukup sukses di Negara tempat asalnya China. Banyak yang tidak menyangka di tengah persaingan teknologi yang bisa dibiang cukup ketat ini, WeChat sebagai aplikasi chatting tersenior di China bisa tetap sukses dan tetap berada di hati penggunanya sampai saat ini. Hal ini tentu bukan karena tidak ada sebab, maka berikut ini adalah pelajaran yang penting dari kesuksesan aplikasi WeChat.

Baca juga: Belajar Atasi Krisis Startup Bersama Slack

1. Bangun Persaingan Sendiri

Tencent membentuk WeChat awalnya sebagai proyek sampingan dan pada akhirnya menemukan bahwa Tencentlah yang berhasil menjadi pencetus aplikasi messenger pertama di China. Tencent sendiri memiliki strategi suksesnya yang unik, yaitu dengan membuat persaingan nyata justru dari dalam divisinta sendiri. Tencent menganggap cara ini cukup ampuh karena menimbulkan efek jiwa bersaing antar divisi yang biasanya persaingan ini akan menciptakan hasil-hasil yang justru maksimal karena tiap divisi dalam kondisi ingin menunjukan bahwa merekalah yang terbaik.

2. “Group Effect”

Strategi sukses WeChat berikutnya adalah menciptakan “group effect”. Strategi dilihat oleh sang founder WeChat, Allen Zhang dengan alasan perilaku pengguna individu bisa sangat berbeda dengan perilaku mereka saat berada dalam sebuh grup. Untuk mengidentifikasi “group effect” ini WeChat melalukan pengamatan secara seksama melalui sebuah fitur yang di publish secara general dan bisa digunakan baik oleh individu ataupun grup chat. Cara ini bisa dikatakan cara geriliya, karena melalui fitur ini WeChat diam-diam memperhatikan dan mengambil sampel-sampel yang dapat digunakan untuk menciptakan inovasi berikutnya.

3. Mengekspansi Fitur Berdasarkan Harapan Pengguna

WeChat sangat memperhatikan penggunanya serta memperhatikan motivasi di balik nuansa komunikasi tang terjalin dari budaya perilaku penggunanya. Dengan kata lain WeChat melihat budaya komunikasi yang dibentuk oleh penggunanya dan mengartikan hal tersebut sebagai keinginan atau harapan yang bisa dijadikan alat indikator keinginan terdalam atau harapan pengguna kepada WeChat secara tidak langsung. Melalui indikator ini, WeChat bisa mengetahui sesungguhnya apa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh pengguna terhadap inovasi WeChat dikemudian hari.

4. Ide Besar Dari Masalah Yang Diselesaikan

WeChat juga tidak menampik bahwa dalam proses perkembangannya sebagai aplikasi messanger yang tentunya berbasis teknologi, mereka bersih dari kendala. Nyatanya begitu banyak persoalan baik dalam hal jaringan, teknis, dan banyak lagi. Namun dari setiap permasalahan yang akhirnya bisa diselesaikan dari sana pula muncul hikmah yang bisa mendatangkan perubahan ke arah yang lebih baik. Jajaran WeChat mengakui bahwa permasalahan dalam maintain aplikasi tak jarang akan memberikan inspirasi pula. 

5. Monetisasi secara halus

Menyadari bahwa WeChat memiliki masa yang cukup banyak dan mereka juga berinovasi demi perkembangan, nampaknya tidak salah bagi mereka untuk memonetisasi hal-hal yang sekiranya bisa memberikan pemasukan. Untuk itu Game Center menjembatani WeChat dengan keahlian inti tim Tencent yang lebih luas untuk memungkinkan orang bermain game dalam platform messenger. Seperti yang diketahui bahwa hal serupa juga ada di LINE serta KakaoTalk. WeChat mengambil elemen game kepada tingkat sosial yang baru dan orang-orang membanjiri untuk bermain game secara massal. Penambahan fitur ini tentunya menguntungkan pihak game developer dan WeChat secara halus.

6. Ukur Apa Yang Harus Diperhatikan dan Dihargai

WeChat menampik bahwa popularitas aplikasi yang diusungnya adalah hal yang penting dan berada diatas segalanya dan dinilai sebagai pencapaian atau kesuksesan yang sudah tinggi dan setelah itu tidak melakukan terobosan baru atau peningkatann fitur. WeChat justru menitik beratkan pemahaman mengenaik kesuksesan adalah pada loyalitas dan kepuasan pengguna, yang berarti mereka akan selalu menganggap bahwa setiap harinya akan selalu ada pekerjaan baru yang harus dikerjakan demi kepuasan pengguna sebagai bentuk penghargaan mereka karena pengguananya sudah aktif dan berlangganan menggunakan WeChat.

Baca juga: Pelajari Ragam Pendekatan Pemasaran Startup Berikut Jika Ingin Sukses

7. Jangan Mengutak-atik Fitur Terfavorit

Pengguna tentunya memiliki fitur-fitur terfavorit dari tiap aplikasi yang digunakannya. Begitu juga di WeChat, WeChat memiliki fitur-fitur yang ditawarkan kepada pengguna aktifnya dan pengguna aktifnya tentu saja memiliki fitur yang mereka anggap sesuai dengan selera atau kebutuhan mereka. Untuk itu, jangan pernah berfikiran untuk mengutak atik atau bahkan menghilangkan fitur yang sekiranya sudah dicintai oleh pengguna, karena WeChat beranggapan hal itu adalah hal yang cukup fatal dan bisa membuat aplikasi gulung tikar karena kehilangan pengguna terutama pada era dimana saat ini teknologi komunikasi perpesanan semakin berkembang.