Ide untuk mengembangkan sebuah produk memang bisa datang dari manapun dan kapanpun. Biasanya para pelaku bisnis ataupun startup sering menuliskan ide mereka dalam sebuah jurnal ide ataupun sticky notes untuk kemudian dirundingkan dengan rekan-rekan. Namun proses awal pengembangan produk dalam startup tidak berhenti sampai di hasil brainstorming saja. Perlu dilakukan riset terukur yang melibatkan orang-orang di luar perusahaan.

Baca juga: 10 Tips Cerdas Untuk Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Ada beberapa metode yang bisa Anda terapkan untuk riset pengembangan produk, tiga diantaranya adalah:

A/B Testing

A/B Testing adalah sebuah metode yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sebuah masalah dari produk yang Anda kembangkan. Misalnya, impression dari artikel yang Anda tulis terhitung rendah, lalu Anda melakukan A/B testing dengan merumuskan hipotesa akar masalahnya. Lalu kemudian, Anda mulai menjalankan solusi yang Anda temukan dan membandingkan hasil analisisnya.

Clickstream Analysis

Metode ini memungkinkan Anda menjadi ‘pelacak jejak’ dari audiens produk Anda. Clickstream memperlihatkan langkah-langkah yang dipilih seorang visitor saat menjelajahi sebuah situs. Dalam laporan clickstream, Anda dapat dengan mudah melihat bagaimana seseorang dapat memasuki situs Anda, laman mana yang dia kunjungi, berapa lama ia berada di sana, sampai akhirnya dia pergi.

Polling dan Survey

Metode ini paling sering dan paling mudah dilakukan untuk riset kuantitatif. Anda bisa menggunakan platform bantuan seperti Google Forms atau Twitter Polls untuk melakukan survey dan mengumpulkan polling dari sampel yang tak terbatas.

Baca juga: Belajar 5 Tips Growth Hacking dari CEO Hypergrowth

Itulah 3 dari beberapa metode riset yang dapat Anda gunakan. Setelahnya, Anda masih harus menganalisa SWOT bisnis Anda dan memanfaatkan kelebihan juga mengurangi kelemahan bisnis Anda. selamat mencoba!