Angel investor adalah individu yang sangat memperhatikan para wirausaha yang sedang merintis bisnis (startup). Biasanya, para wirausahawan pemula ini jarang atau bahkan tidak dilirik sama sekali oleh investor besar, apalagi bank. Nah, para angel investor inilah yang akan mengisi kekosongan ini. Mereka bermain dengan insting bisnis dan keyakinan yang mungkin sulit dikuantifikasi. Ini adalah salah satu kelebihan mereka yang sulit dijumpai di lembaga keuangan lain, seperti bank, modal ventura atau venture capital (VC), hingga private equity (PE). Berikut ini terdapat 3 alasan yang perlu Anda pelajari untuk menarik hati investor agar mereka bersedia mendanai perusahaan Anda.

Baca juga: 17 Tren & Prediksi Startup Indonesia di Tahun 2017 (Part 2) - Vlog INSIDER Ep.1

Manajemen tim

Aktivitas kerja perusahaan tidak berdiri sendiri, namun didukung oleh individu yang unik dan spesifik. Masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan, yang mana dapat saling melengkapi jika terbentuk tim yang solid dan efektif. Tim yang solid akan mampu meraih cita-cita serta kesuksesan perusahaan di masa depan. Sehingga, manajemen tim merupakan kunci penting dan hal yang diperhatikan oleh para Angel Investor.

Kemampuan memahami teknologi

Seiring dengan perkembangan teknologi yang tidak akan pernah berhenti, Angel Investor akan tertarik pada perusahaan yang berhubungan dengan dunia teknologi. Semakin berkembang teknologi yang ada di masyarakat, semakin canggih dan semakin banyak inovasi yang dibuat, maka masyarakat juga akan mengikuti alurnya menjadi semakin modern dan berkembang mengikuti semakin canggihnya inovasi teknologi yang ada. Dengan begini, Angel Investor dapat menutup kekhawatiran mereka saat akan menyuntikkan dana.

Baca juga: Tips Membangun dan Mempertahankan Tim Startup Anda

ROI

Berdasarkan beberapa literatur tentang keuangan, ROI bisa disimpulkan sebagai rasio keuntungan atau profitabilitas dari sebuah perusahaan. Setiap perusahaan punya visi dan misi yang pada akhirnya selalu berupaya untuk memperoleh keuntungan besar. Nah, modal dari perusahaan tersebut terkumpul dari sejumlah investasi atau aset lain dengan aktiva-aktiva yang dioperasikan dalam kinerja perusahaan. Sederhananya, ROI bisa didefinisikan dari dua aspek yang mendasarinya, yaitu profit margin dan tingkat sirkulasi aktiva. Sudah jelas bahwa perputaran aktiva diterapkan dalam setiap kebijakan operasional dalam perusahaan. Kuantitas dan kualitasnya pun berbeda-beda sehingga memungkinkan peluang-peluang baru yang bisa saja tak terduga dalam pengembangan modal utama. Angel investor akan tertarik untuk mendanai perusahaan Anda jika terdapat bayangan yang jelas dari ROI yang dirasa cukup potensial.