Dalam menyusun ataupun mengembangkan business plan terkadang ada beberapa kesulitan yang dihadapi. Dari sekian banyak kesulitan yang ada, ternyata terdapat 2 hal sulit yang paling banyak dihadapi oleh para pendiri pemula, yaitu apakah business plan tersebut terlalu membosankan dan mereka tidak yakin ingin memasukkan komponen apa pada business plan mereka.

Baca juga: 3 Metode Jitu Untuk Riset Sebelum Mengembangkan Produk

Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, Anda harus memperhatikan 2 komponen penting sebelum membuat business plan.

Identifikasi Para Pelaku

1. Pendiri dan Produk

Langkah ini paling mudah karena Anda mungkin sudah memutuskan siapa tim Anda dan produk apa yang akan Anda jual sebelum serius mempertimbangkan untuk memulai bisnis. Pastikan Anda memilih anggota tim dengan baik. Produk Anda bisa berupa barang-barang, perangkat lunak, atau layanan yang nyata. Hal penting yang harus Anda lakukan sebelum membuat rencana bisnis adalah melakukan uji kelayakan pada produk Anda.

2. Analisis Pendiri

Dalam tahapan ini Anda diharuskan untuk mengenal para pendiri dengan lebih baik. Proses ini harus Anda lakukan untuk dapat mengetahui kekuatan kunci pendiri yang dikategorikan menjadi: (1) kekuatan khusus produk, dan (2) kekuatan kualitatif.

Kekuatan khusus produk berarti keterampilan teknis yang dapat diberikan masing-masing pendiri pada bisnis. Sementara kekuatan kualitatif adalah atribut pirbadi lainnya yang dapat membantu bisnis ini.

3. Keterkaitan Pendiri dan Produk

Setiap pendiri setidaknya harus memahami produk apa yang akan mereka pasarkan. Berdasarkan 2 tahapan sebelumnya, Anda dapat mengidentifikasi kekuatan dari masing-masing pendiri terhadap produk.

4. Jual Produk Anda

Mulailah membangun ide tentang produk akhir Anda nantinya. Jika Anda sudah mengetahui produk apa yang ingin Anda buat, sekarang gali detailnya dan mulailah merancang produk Anda. Pikirkan bagaimana fungsinya, keunggulannya, serta tampilannya. Setelahnya, Anda bisa mulai menjual produk Anda.

5. Analisis Pelanggan

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang pelanggan butuhkan. Pada saat Anda melakukan riset pasar, pastikan Anda menyebar riset Anda kepada target pelanggan yang telah Anda tentukan sebelumnya, agar mempermudah Anda dan hasil yang didapatkan lebih spesifik.

6. Analisis Pemasok

Memastikan bahwa pemasok Anda mampu mendukung produk Anda sama pentingnya dengan benar memahami pelanggan Anda. Anda tidak akan bisa melakukan analisis ini dengan benar jika Anda tidak melakukan analisis Anda pada langkah 3 dengan benar.

Analisis pemasok bukan tentang evaluasi pemasok pesaing Anda secara spesifik. Pada tahap perencanaan bisnis, yang penting adalah menjawab pertanyaan berikut:

Apakah sebenarnya ada pemasok yang bisa memberikan apa yang Anda butuhkan?

Seberapa membatasi ketersediaan pemasok untuk kebutuhan anda?

Berapakah tingkat modifikasi yang dibutuhkan jika kebutuhan Anda dipesan lebih dahulu?

Bangun Ceritanya

1. SWOT

Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) karena ini adalah salah satu alat paling tradisional yang digunakan untuk menganalisis bisnis.

2. Strategi Go-To-Market

Anda bisa mulai merancang strategi go-to-market Anda (juga dikenal sebagai strategi akuisisi pelanggan atau penargetan saluran) dengan menggunakan analisis SWOT Anda. Pertanyaan kunci yang perlu Anda jabarkan pada tahap ini adalah bagaimana Anda akan membuat target pelanggan Anda masuk ke produk Anda.

Sementara strategi pemasaran Anda adalah bagian paling penting dari langkah ini, jangan meletakkan semua fokus Anda ke dalamnya. Anda perlu memastikan bahwa Anda menangani masalah kunci pelanggan Anda selain dari produk itu sendiri.

3. Riset Pasar

Saat melakukan riset pasar, fokuskan pada pemahaman persaingan, industri, dan demografi pelanggan Anda. Memahami bagaimana pesaing Anda memainkan permainan memberi Anda pengaruh-Anda belajar dari mereka sehingga Anda dapat menghindari kesalahan mereka. Memahami industri sama pentingnya dengan memahami pesaing Anda.

4. Buat Timeline

Ini merupakan hal paling sederhana namun nyatanya paling sulit dilakukan. Anda harus membuat target jangka pendek dan jangka panjang bisnis Anda. Dengan membuat timeline, Anda bisa mengukur pencapaian bisnis Anda dengan lebih mudah, apakah target yang Anda tentukan sebelumnya tercapai atau tidak?

Baca juga: 10 Tips Cerdas Untuk Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Itulah 2 komponen penting yang harus Anda perhatikan ketika membuat business plan. Setelahnya, bisnis Anda akan lebih mudah dijalankan karena Anda sudah memiliki panduannya.