Beberapa dari mereka mungkin mempunyai keahlian yang baik untuk membangun perusahaan, namun tidak mempunyai jaringan ke investor yang bisa memberikan pendanaan. Bahkan ada juga beberapa founder yang mulai mendirikan startup hanya dengan bermodal ide dan semangat.

Untuk menutup kekurangan tersebut, seorang founder startup bisa mempelajari berbagai pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk membangun startup, baik dengan menempuh jenjang pendidikan formal, non-formal, maupun belajar secara otodidak. 

Mereka pun bisa mulai memperluas jaringan dengan cara aktif berkenalan dengan investor dan petinggi perusahaan lain di berbagai event startup. Namun cara-cara seperti itu tentu akan memakan waktu yang lama.

Demi mengatasi masalah tersebut, hadir lah beberapa inkubator dan akselerator startup di Indonesia. 

Inkubator dan akselerator ini biasanya mempunyai jaringan yang luas ke berbagai pihak seperti investor, perusahaan konvensional, serta mentor, dan bisa menghubungkan mereka dengan para founder startup. 

Oleh karena itu, bergabung dengan sebuah inkubator atau akselerator startup seperti Indigo bisa membantu para founder startup untuk menutup kekurangan mereka dalam waktu cepat.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika bergabung dengan inkubator atau akselerator startup:


1. Mendapat Akses ke Investor




Manfaat pertama yang bisa kamu dapatkan dengan bergabung dengan inkubator dan akselerator startup adalah akses ke jaringan investor. Mereka bahkan cenderung aktif memperkenalkan kamu dengan para investor tersebut, karena apabila kamu mendapat pendanaan, maka nilai saham mereka di startup kamu pun akan meningkat.

Untuk mengenalkan para startup kepada investor lain, para inkubator dan akselerator biasanya akan mengadakan sebuah acara khusus seperti “Demo Day”. Di sana, para startup bisa melakukan pitching di atas panggung, serta mengobrol langsung secara terpisah dengan para investor selepas acara.

Para investor sendiri memang lebih percaya untuk memberikan investasi kepada startup tahap awal yang telah berhasil masuk ke dalam sebuah inkubator atau akselerator. Mengapa? Karena setiap inkubator dan akselerator pasti telah melakukan seleksi terhadap para startup tersebut, dan hanya meloloskan startup terbaik.

Memang ada beberapa inkubator dan akselerator yang juga memberi pendanaan secara langsung kepada para startup, namun nominal pendanaan tersebut biasanya tidak terlalu banyak. 

Ada juga beberapa perusahaan seperti Telkom Indonesia, yang mempunyai inkubator & akselerator, sekaligus perusahaan modal ventura (VC). Sehingga apabila ada startup lulusan inkubator mereka yang mempunyai potensi baik dan sedang mencari pendanaan, maka mereka bisa memberikan pendanaan seri selanjutnya lewat VC yang mereka miliki.


2. Mendapat Akses ke Calon Pengguna




Manfaat ini bisa dihadirkan oleh inkubator atau akselerator yang dimiliki oleh perusahaan besar, dengan basis pengguna yang besar. Contohnya adalah inkubator dan akselerator Indigo milik Telkom Indonesia. Startup yang bergabung pun berpotensi untuk bisa bekerja sama dengan beberapa anak perusahaan Telkom yang mempunyai banyak pengguna, seperti Telkomsel dan Indihome.

Selain itu, para inkubator dan akselerator startup pun biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan media. Oleh karena itu, besar peluang bagi startup yang bergabung dengan mereka untuk dapat ditulis oleh para jurnalis media tersebut. Dengan begitu, informasi tentang startup tersebut pun bisa dilihat oleh lebih banyak orang.

3. Mendapat Akses ke Jaringan Bisnis




Selain investor dan pengguna, startup tahap awal biasanya memerlukan mitra bisnis untuk membantu mereka dalam berbagai hal, seperti teknologi, metode pembayaran, atau logistik. Namun karena kurangnya pengalaman dan jaringan bisnis dari para founder, sulit bagi mereka untuk mendekati para perusahaan besar yang bisa membantu mereka.

Inkubator dan akselerator, biasanya memiliki akses ke perusahaan-perusahaan seperti itu. Mereka bisa mengenalkan para founder startup dengan berbagai perusahaan yang menurut mereka potensial untuk menjalin kemitraan, serta memberi rekomendasi yang baik. Misalnya Indigo yang memiliki akses ke BUMN dan Kementrian.


4. Bertemu dengan Banyak Mentor Berpengalaman